Kita baru saja melewati Jumat Agung dan suasana kehilangan, berkabung, dan kesedihan itu masih terasa. Suasana yang membuat kita seperti ditinggalkan dan merana.
Gereja mewartakan pada kita, bahwa ada pengharapan dan pertolongan. Yesus adalah terang bagi kita dan Dialah penolong kita yang setia.
Dari pagi hari hingga menjelang sore, suasana sunyi dan tenang mengiringi kita untuk meninggalkan perasaan dan pikiran tentang kehilangan itu menuju pada terang yang menggembirakan.
Ilustrasinya, jika kita memasuki sebuah rumah atau ruangan yang gelap, kita tidak bisa melihat apa-apa dan sulit untuk menemukan jalan. Kita seperti orang buta, dan harus berhati-hati dengan setiap langkah agar tidak kita tersandung, terpeleset, dan jatuh. Khususnya, karena tidak familiar dengan tempat atau lokasi kita berada. Begitu pula suasana kehidupan di dunia ini, jika kita hidup tanpa Yesus. Dalam kegelapan itu selalu muncul godaan-godaan yang sangat membahayakan. Sehingga kita bisa jatuh dalam pencobaan.
Bagi kita yang hidup di dalam rahmat Tuhan pasti ada terang Yesus, karena Dia ada di dalam nurani kita. Satu terang itu sangat penting dan kita memilikinya. Meski lingkungan di sekitar gelap, kita pertahankan terang itu. Kita tetap jadi kuat dalam iman dan terus bercahaya tanpa harus terbawa oleh kegelapan yang mungkin jauh lebih hebat. Jadi, meskipun terang itu kecil, tapi orang-orang dan dunia di sekitar sangat bergantung padanya. Dengan adanya terang itu pasti kegelapan tidak jadi pekat (sempurna).
Yesus berkata, “Akulah terang dunia. Barang siapa yang mengikuti Aku tidak akan jatuh di dalam kegelapan.” Terang Yesus itu bukan sesuatu yang fisik atau lahiriah seperti terang lilin atau api. Terang itu adalah bimbingan rohani dan jalan kepada Bapa. Dengan mengikuti terang itu, kita memiliki seorang pembimbing hidup yang bail dan setia. Kita tahu, bagaimana menyembah Bapa kita di Surga, berbicara dengan sesama, dan kita tahu caranya untuk jadi kuat dalam mempertahankan serta melakukan yang baik dan benar.
Renungkan tentang terang Kristus yang menguasai kuasa kegelapan ini mengantarkan kita untuk perayaan Malam Paskah yang sebentar lagi dirayakan dengan meriah. Dengan persiapan batin dan semangat, kita menyongsong Malam Paskah dengan penuh sukacita.
“Allah yang Mahakuasa, lindungilah kami selalu di dalam terang-Mu yang mengagumkan. Amin.”
…
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)

