“Selalu merendah agar kita tidak jatuh, karena pujian. Ketika dikritik agar kita tahan uji dan makin bijaksana.” -Mas Redjo
Salah alamat dan silakan lewat itu yang saya katakan pada diri ini, setiap kali pujian itu datang merayu dan membius hati ini agar saya tidak lupa diri.
Saya mengucapkan terima kasih dan membungkukkan tubuh, karena mereka berkenan menerima saya.
Jalan keheningan agar rendah hati itu orientasi saya untuk menjauhi basa basi, hingar bingar seremoni, saling menghujat, dan hoaks.
Caranya adalah kita mendisiplinkan diri untuk memberikan yang terbaik dalam hidup ini.
Nasihat bijak Bapak kepada kami, anak-anaknya. Bahwa belajar dan bekerja itu tidak untuk Guru, Bos, atau agar dipuji orang. Melainkan untuk pengembangan diri agar kami menjalani hidup ini ikhlas hati.
Ketika dipuji agar tidak lupa diri dan terjatuh, tapi untuk rendah hati, dan hidup membumi.
Ketika dikritik agar tidak kecewa dan terluka, tapi untuk ‘eling lan waspada’. Hidup ini berhikmat untuk selalu diperbarui jadi semakin baik dan berkenan bagi Tuhan.
Hidup ikhlas hati itu dapat dijalani, karena hati yang mudah bersyukur. Hidup untuk saling mengasihi dan bahagia.
Mas Redjo

