“Pikiran banyak alasan, tubuh penuh kejujuran.” -Rio, Scj.
Stop bertanya pada pikiran, tapi bertanyalah pada tubuh! Pikiran itu pintar untuk mencari alasan agar terlihat kuat. Pikiran ini bisa mengatakan yang baik-baik saja, tapi tubuh jujur apa adanya. Pikiran dengan berjuta alasan bisa berpura-pura, tapi tubuh ini tidak bisa pura-pura.
Tubuh ini capek, dia bilang lewat susah tidur, nafas pendek, dan badan pegal-pegal. Tubuh sakit dia langsung kirim sinyal. Tubuh ini serba kelebihan dia beradaptasi dengan kelebihan itu. Sampai batas maksimal tubuh langsung angkat tangan. Jatung berhenti total dan kematian datang.
Yang jujur itu kadang tidak kita dengarkan. Kita lebih banyak mendengarkan pikiran yang banyak alasan. Ah, tidak apa-apa, tambah lagi. Sakit itu ada obatnya. Tenang mumpung ada makanan, disikat saja. Hidup sekali itu jangan dibuat repot. Ngapain olahraga, mending kita rebahan saja.
Tubuh itu kompas jujur menjaga pikiran dan jiwa. Tubuh selalu memberi sinyal dahulu sebelum fungsi tubuh berhenti total. Daging memang lemah, tapi dia jujur dan bijaksana. Berhentilah hanya mendengarkan pikiran, tapi dengarkan tubuh.
Bukankah kita ini diciptakan secitra dengan Tuhan? Buatlah hidup ini seimbang dan sempurna.
Deo gratias.
Rm RP Rio, Scj

