Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Populis Durae Cervicis Intrat Terram Promissionis”
“Bangsa yang Tegar Tengkuk tidak Masuk Tanah Terjanji”
- Makna “si Tegar Tengkuk”
“Dura Cervice atau Populus Durae Cervicis”
(Seperti lembu yang tidak mau dibelokkan. Ditarik ke kanan, dia malah lari ke kiri). Dipanggil untuk pulang, tapi dia malah kembali ke tanah Mesir.
“Telah Kulihat bangsa ini, dan sesungguhnya, mereka adalah bangsa yang tegar tengkuk.” (Keluaran 32: 9).
Di saat Nabi Musa turun dari gunung Sinai dengan memboyong ke-10 perintah Tuhan, bangsa Israel, malah sedang bersibukria menyembah lembu emas.
- Betapa Sulitnya Manusia Menerima Kebenaran demi Keselamatan Diri Mereka sendiri.
a. Penyakit Tegar Tengkuk
- Telinganya telah tuli: artinya berat untuk mendengarkan.
- Matanya telah kabur: menyimbolkan sikap yang tidak acuh.
- Batang leher yang kaku: disuruh berpaling ke kanan, malah menoleh ke kiri.
Itulah sebuah paradoks:
“Yang mereka tolak itu justru Dia yang akan menyelamatkan mereka. Hal ini pun ibarat ‘orang yang mau tenggelam, justru menolak pelampung, karena gengsi semata.’
- Secara Filosofi dan Rohani: Mengapa Manusia Menjadi Tegar Tengkuk?
- a. Luka Lama di Mesir masih berdarah:
Jadi Israel masih kangen tanah Mesir bukan karena keadaan di sana enak dan baik, melainkan karena mental sebagai budak yang sudah nyaman dan familiar. Bagi mereka, kondisi bebas itu malah menakutkan. Hal ini mau menyimbolkan, bahwa manusia justru lebih memilih “diperbudak oleh dosa yang sudah diakrabi, daripada kebebasan kasih yang belum teruji dan terasing.”
Jadi, dalam konteks ini, tegar tengkuk itu sama dengan trauma yang sudah dipegang sebagai sebuah prinsip.
- b. Berhala Ego:
Lembu emas itu ternyata dibuat anting-anting milik mereka sendiri. (Keluaran 32: 2).
Mereka pun rela untuk menyembah patung emas buatan tangan sendiri berupa: prestasi dan nama baik, “Akulah yang paling benar.”
- c. Takut Mati sebelum Mati:
Si musafir Gurun takut, kalau berkata ‘Ya’ kepada Tuhan, maka “Aku yang lama mau tidak mau harus mati.”
Hal ini diperkuat oleh sabda Yesus:
“Barang siapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya” (Matius 16: 25).
Leher yang terasa kaku itu sama saja dengan mempertahankan hidup yang sebenarnya memang sudah mati.
Refleksi
Obat Mujarab bagi si Tegar Tengkuk
- Tekunlah berdoa: “Lembutkanlah hatiku, ya, Tuhan” (Yeh 36: 26).
- Berdoa Rosario: Setiap butir salam Maria itu sebagai latihan untuk menunduk. Bunda Maria pribadi yang rendah hati itu.
- Sakramen Tobat: Mengakukan kesalahan dan dosa, karena sadar bahwa leher ini sudah kaku. Absolusi: “Tuhan, sudilah memijat tengkukku hingga jadi lemas.”
Kediri, 6 Mei 2026

