Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Sikon tidak selalu baik. Orang yang menunda bersikap hingga semua faktor terpenuhi, sebenarnya tidak melakukan apa pun.”
(William Feather)
Pernahkah Anda hidup bersama dengan seseorang yang selalu mau menunda apa pun yang idealnya bisa segera dilakukan? Nah, sosok pribadi serupa ini, biasanya selalu akan tampak serba santai.
Tak ada Kesempatan Kedua
Ada seorang Pria tua ramah yang suka singgah di sebuah toko barang-barang antik yang menjual perabot rumah tangga. Setelah Pria tua itu pergi, istri si pemilik toko berkata, bahwa sebenarnya ia ingin sekali menyampaikan, ia sangat senang atas kunjungannya itu. Kata suaminya, “Ya, lain kali kita harus mengatakan hal itu.”
Di bulan berikutnya, seorang wanita muda datang sambil berlinang air mata memperkenalkan diri, bahwa ia adalah putri dari Pria tua ramah itu. Ia berkisah, bahwa Ayahnya baru saja meninggal dunia dan ia selalu menceritakan tentang kunjungannya ke toko itu.
Mendengar hal itu, betapa terperanjat dan menyesalnya istri pemilik toko, karena selama ini ia belum sempat menyampaikan isi hatinya itu.
Sejak hari itu, sadarlah istri pemilik tokoh itu dan berkata, “Sejak hari ini, saya tidak akan pernah mau menunda yang seharusnya segera aku katakan atau pun lakukan.” Ia sadar, bahwa kesempatan kedua itu tidak selamanya ada.
(Inspirasi Lima Menit)
Intisari dari Kisah ini
Di balik kisah sederhana nan simpel ini, terkandung sebuah amanat paling agung, bahwa hendaklah kita tidak menunda setiap kebaikan atau ucapan positif kepada sesama. Maka, “apa yang bisa dilakukan saat ini, segeralah dilakukan, karena mungkin saja besok sudah terlambat.”
Jika kita sungguh sadar, ternyata kebiasaan untuk menunda segala sesuatu itu, ternyata berdampak merugikan relasi sosial di antara sesama warga.
Kini, saya kian percaya akan prinsip ‘the power of now,’ karena menunda berarti kegagalan.
Jika Anda sungguh kritis dan bersikap cermat akan pentingnya sinyal positif dari sikap ‘segera’ untuk lakukan segala sesuatu, maka Anda telah berada di sebuah jalan yang benar.
Mari kita sadar diri, bahwa menunda sesuatu yang seharusnya bisa dilakukan itu adalah sebuah kesalahan fatal. Mengapa? Ya, karena Anda telah menolak rahmat dan kebaikan.
Refleksi
“Ah, andaikan saya lakukan sejak dulu hal itu, maka…!”
- Sejak saat ini, hendaklah Anda menghapuskan kata ‘nanti’ dari kamus kehidupan Anda.
- Menunda, berarti Anda telah menolak rahmat dan kasih itu bagi Anda serta sesama.
- Melakukan yang terbaik pada hari ini akan membawa Anda ke tempat terbaik pada masa depan.”
(Oprah Winfrey)
Kediri, 8 Mei 2026

