Simply da Flores
Meraih Makna Malam Paskah
1.
Kisah cerita kebangkitan Yesus
mengembara kelana hampir 2000 tahun
dari fakta ke harapan iman
dalam ruang jiwa sanubari pribadi
Lintas suku bangsa dan bahasa
Lintas zaman dan peradabam insani
Bukan saja dipercaya dan diimani
tetapi terus digugat dipertanyakan dan difitnah
“Aku datang bukan untuk membawa damai tetapi pedang… “
Keputusan beriman kepada Yesus Kristus
lalu setia memikul salib pribadi
karena percaya Yesus Kristus itu Penebus
adalah sebuah pilihan pribadi
Bukan ikut tradisi dan asal tertulis di KTP saja
Bagaimana diriku yang mengaku pengikutnya Yesus Kristus?
2.
Ada pertanyaan dan gugatan nalar
tentang Yesus disalibkan atau tidak
tentang Yesus benar wafat di salib atau orang lain
tentang betulkah Yesus wafat, dimakamkan dan bangkit
tentang kuburnya kosong tersisa kain kafan
tentang benarkah Yesus Sang Juru Selamat
dan masih banyak gugatan seperti di sosmed
Adalah fakta polemik hingga zaman ini
Lalu,
Saulus yang menjadi Paulus itu menulis kesaksian imannya
“Jika Yesus Kristus tidak wafat dan bangkit, maka sia-sialah iman kita”
Apakah aku benar beriman pada Yesus Kristus?
3.
Ada kisah menarik tentang Yudas Iskariot
sang bendahara di kalangan murid Yesus
Mungkin saat mabuk dia bercerita polos
di mana gurunya akan berdoa malam itu
Maka…
setelah menerima 30 keping perak
dan berjanji mencium Yesus di taman Zaitun
agar jangan terjadi salah tangkap
Ternyata….
setelah sadari bahwa Yesus sungguh ditangkap dan disiksa sengsara
bahkan memanggul salib dan wafat
Maka Yudas menggantung diri menyesali salahnya
dan uangnya terbuang di sekitar jenazahnya
“Penyesalan selalu datang kemudian”
Apakah aku pernah menjual imanku demi uang dan kenikmatan diri?
4.
Kisah lain tak kalah menarik juga
“Jika saya tidak mencucukkan jari ke dalam bekas luka-Nya, saya tidak percaya Yesus bangkit”
demikian kepolosan dan keberanian iman Thomas.
Dan memang sungguh digenapi oleh Yesus
“Damai sertamu, ini Aku Yesus,
Thomas, marilah dan letakkan jarimu pada bekas luka-Ku, agar engkau percaya
Karena melihat Aku, maka engkau percaya
Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya kepada-Ku”
Yesus masih meminta ikan untuk dimakan,
agar tidak dibilang hantu
Banyak gugatan dan polemik hingga zaman kini memang masih berjalan
meskipun tidak rasional serta berbasis data sejarah
Apakah aku percaya Yesus Kristus bangkit atau ikut menggugat dan memfitnah Yesus di sosmed?
5.
Batu teramat besar di pintu nalar dan jiwa
adalah kebodohan dan kesombongan manusia
Yang sering memaksa fakta dan misteri
agar kerdil bisa dikendalikan selera nafsu
Indra yang terbatas menggugat realitas penuh misteri untuk tuntas dimengerti
Padahal…
“Indra manusia terbatas kemampuannya, hanya iman yang menolong budi
untuk memahami realitas semesta dan misteri keagungan Sang Pencipta semesta”
Apakah aku sungguh beriman atau hanya berlabel agama di KTP?
6.
Kedua perempuan yang berkelana ke Emaus
berkenan dipenuhi pengalaman kehadiran Sang Penebus
“Alleluia Paskah, Yesus bangkit
Dia bercerita bersama kami sepanjang jalan
Dia makan minum bersama kami
dan setelah itu melanjutkan perjalanan
Hantu dan halusinasi tak mungkin bercerita dan makan bersama kami
Kami sungguh mengalami Dia hidup”
Pernakah saya mengalami kehadiran Yesus Kristus dalam hidupku?
Apakah saat berdoa – berkomunikasi pribadi dengan-Nya
saya percaya dan mengalami kehadiran Yesus?
Apakah saya percaya kehadiran Yesus Kristus dalam Sakramen Ekaristi yang kusambut?
7.
Namun …
kisah cerita dua perempuan yang ke Emaus
tidak gampang diterima para sahabat
Keraguan nalar akan kebenaran pengalaman iman
Kebutaan mata batin dan kesombongan picik
telah menutupi jiwa raga para sahabat
Maka mereka meragukan kesaksian kedua perempuan
sampai Dia datang dan menampakkan diri
“Kebenaran rohani menuntut pengalaman iman
Kesaksian iman membutuhkan pengalaman pribadi yang menyakinkan
Percaya saja cerita orang lain
tak cukup bagi para rasul dan murid-Nya
agar berani mewartakan kabar Kebangkitan Sang Guru”
Beranikah saya memberikan kesaksian iman dengan kehidupan pribadiku?
Apakah sekarang aku juga bangkit dan berani membagikan sukacita Paskah?
8.
Yesus Kristus memang sudah bangkit
Tetapi…
Kami sering belum berani bangkit
karena kata percaya dan fakta iman tak sejalan
Ketika berziarah memikul salib pribadi
kami rapuh iman dan menggerutu
Saat ada cobaan dan tantangan kehidupan
kami pertanyakan kehadiran dan bantuan rahmat Yesus Kristus
Ketika ada godaan dan tawaran menggiurkan selera
kami hempaskan salib dan lupakan iman kepada Yesus Kristus
Pikiran dan selera kami lebih dikuasai Roti digital dan Piala. Milenial
yang mengagungkan selera dan puaskan nafsu
Ritual keagamaan dan atribut rohani kami gunakan
namun demi prestise dan kebanggaan zaman now
Bukan untuk terim akasih dan syukur kepada Allah
“Alleluia, kami belum bangkit
karena sedang menikmati Surga kreasi nalar di dunia maya”

