Kisah sengsara Yesus memang tragis. Kemarin dipuja, hari ini dicerca, dihina, dan dikhianati . Proses framing dari baik dan jahat itu nyata dan seketika.
Kebenaran lidah tidak bertulang bukan hanya lagu, tapi nyata. Yang tragis dilakukan tidak hanya oleh orang jahat, tapi juga orang baik dan terhormat.
Pernahkah dikhianati? Bisa, tapi mengkhianati mungkin lebih banyak.
Peristiwa ini mengajar kita tentang
(1) Cinta Allah yang tiada batas,
(2) Ampunan dosa yang tiada batas, dan
(3) Pentingnya tidak menyerah, ketika sedang menghadapi kesulitan. Kita tidak menyerah untuk tetap jadi baik, walau framing negatif sering mendera.
Salam sehat.
Jlitheng

