Simply da Flores
Desah nafasku bersujud mencium debu tanah
tumpahkan galau dengan seribu tanya
Apa dan siapakah Engkau Ibu Bumi?
Desir darahku tengadah takjub
kebodohanku menatap sinar cahaya dan kabut gemawan
Lepaskan sejuta rindu damba doa
Apa dan siapakah Engkau Bapa Langit Angkasa?
Debu tanah terbiasa diam bisu
Kadang diterbangkan angin badai
Selalu terima semua dalam hening setia
Bisa mengganggu penglihatan jika debu memeluk bola mata
Jiwa gersang terperanjat galau
ketika pandangan kalah dari debu
Langit berubah dalam dinamika hukum semesta
Nalar dan nurani berjuang menyibak misteri
Wajah awan gemawan menjawab debu tanah
Rindu damba manusia selalu paksakan keterbatasannya
Mau jadi tuan atas alam semesta
Mau jadi Tuhan atas sesama
Ketika kebodohanku menggugat kesadaran
Hawa nafsu berkobar dalam kebutaan nalar
Kutahu semakin banyak Iptek dikreasikan
nalar manusia tahu makin banyak misteri semesta
Termasuk misteri pengalaman dan diri pribadinya
Bahwa pikiran mempunyai kemampuan terbatas
untuk tahu semua hal dalam semesta
dan tak pernah mampu puaskan semua selera nafsu
Kebodohan insani haus akan kebenaran
Ingin tawarkan asinnya samudra dan mengeringkan luas lautan
Kepicikanku mengoyak angkasa dengan kerakusan
Ingin terangi mentari dengan sebatang lilin
dan menghentikan cahaya surya dengan telapak tangan
Agar bisa temukan Sang Pencipta
dan menyibak semua misteri
Para ilmuwan berlomba menciptakan teknologi
agar bisa kendalikan isi alam semesta
Lalu mampu perpanjang nafas dan hilangkan batas usia
Robot canggih dikreasi melayani selera manusia
dan diyakini bisa menggantikan Sang Pencipta
Lalu mampu puaskan semua selera anak keturunan
jadi generasi data yang abadi
Menciptakan Surga Neraka dengan algoritma
Kebodohan dan hawa nafsu
telah membawa manusia mengembara dan ciptakan zaman
Sudah merentang jarak selera insan dengan hakikat pribadi
Dan
ternyata keterasingan dan kesepian yang dijumpai
Lalu
Sang Pencipta dianggap tak pernah ada
sedangkan manusia semakin resah galau dan terasing
Kehidupan digugat dan alam semesta dikoyak
agar bisa menghancurkan hakikat diri dan Misteri Sang Pencipta
dengan energi kebodohan pribadi dan dasyatnya hawa nafsu

