Sabar itu bukan seperti anggapan banyak orang, yaitu semudah menahan sesak di dada atau sekadar ngelus dada. Sabar tanpa nalar justru bisa berubah jadi kepasrahan yang buta. Sebuah kelemahan yang disamarkan seolah-olah sebuah kebajikan.
Contoh nyata adalah, ketika sakit kita hanya berdoa dan pasrah menahan rasa sakit itu. Kita berdalih sebagai ‘penebus dosa’, tanpa ada usaha nyata untuk mencari alternatif pengobatan lain.
Berkah Dalem.
Jlitheng

