“Penyesalan datang terlambat, tapi tobat selalu tepat.” -Rio, Scj.
Sudah ratusan kali saya memimpin pemberkatan jenazah dan menghadiri pemakaman. Yang paling disesali banyak keluarga yang sedang berduka itu bukan belum menghasilkan cukup uang, kaya, atau belum bisa sukses melainkan satu kalimat ini “saya pikir masih ada waktu.”
Sebuah kalimat penyesalan, tapi tanpa daya saat dibenturkan pada kematian. Kadang kita terlalu sibuk, hingga tidak mempunyai waktu pulang sejenak berjumpa orangtua. Banyak yang berpikir “ah .. nanti saja, lain kali.” Kita mengira, bahwa kesempatan itu akan selalu ada. Tapi pada akhirnya yang tersisa itu hanyalah kata penyesalan.
Saya juga sering menjalani hidup dengan sok sibuk, dan suka menunda-nunda. Tapi sebelum datang penyesalan, mulailah tiga hal ini:
- Pertama, jangan pernah menunda. Waktu dan peristiwa itu tidak akan pernah terulang, yang pasti hanyalah penyesalan.
- Kedua, beri ruang untuk diri. Hal ini bukan egois apalagi narcis, melainkan waktu sendiri adalah saat di mana kita bisa jujur pada diri. Memberi ruang untuk apresiasi diri. Ternyata hidup sudah sejauh ini.
- Ketiga, luangkan 3 menit ini; satu menit mengucap syukur untuk berkat, kebaikan, sukacita dan anugerah Tuhan. Satu menit, mohon pengampunan atas kerapuhan, kesalahan, kekurangan, dan dosa yang telah kita buat hari ini. Satu menit untuk mohon berkat buat rencana, dan kehidupan esok hari.
Berhentilah untuk menunda. Bisa jadi yang kita bayangkan itu tidak pernah datang, tapi yang tertinggal itu hanya penyesalan.
Deo gratias.
Rm RP Rio, Scj

