Simply da Flores … Bunga-bungaPutih…Oranye…Merah…KuningDanberaneka warna-warninya Bunga-bungaBesar Kecil aneka rupaDengan aneka namanyaPenuh pesona semerbak aromaBunga-bunga pribadi manusiamekar bersemi di tengah alam semesta Bunga-bunga kasihBunga-bunga cintaBunga-bunga jiwa ragaBunga-bunga rindu dambaBunga mekar berseridan layu gugur dan mati Bunga-bungaBagi yang peduliBagi yang mengagumiMisteri semesta bersemidalam sosok seribu bungamenghiasi taman peradaban manusiamelukis wajah alam semesta Bunga-bungaselalu ada dan mekar…
Kategori: SIMPLY DA FLORES
Serpihan Jejak Musyafir – 141
Serpihan Jejak Musyafir – 140
Sang Penabur di Ladang Nalar
RIP Om Ignas Kleden Simply da Flores … Berdiri di pucuk Awankulihat tetesan air mata berderaiiringi langkahnya pulang kembalimemeluk cahaya mentari“Sang ajal tak bisa diajak kompromidatangnya selalu pastidalam energi misteri” Duduk termenung di telapak langitkudengar kabar dukacitaseorang saudara telah tiadaZiarahnya usai untuk berkarya berbagiDia seorang penabur di ladang nalarDia semaikan ide-idenyaDia merawat ladang pikirandanDia tumbuhkan…
Serpihan Jejak Musyafir – 139
Titik-titik Noda
Sajak cinta untuk Jokowi Simply da Flores … Pada wajah mataharikau buang sampah dengan sumpahPada pesona purnamakau lumuri lumpur dan comberanbau tengik janji manismu Kau sebar titik-titik nodapada jiwa sanubari rakyatHabis secercah cahaya harapanKau tutup tirai hitam pertanyaanamanat penderitaan rakyat diabaikan Entah untuk apa dan siapabaju putihmu kau nodaiPadang gersang ketamakan milikmuSamudra kehausan selera punyamuLuka…
Serpihan Jejak Musyafir – 138
Serpihan Puing Rindu
Simply da Flores … Bibir ombak tersenyumhempaskan buih-buih rindumembelai wajah pasir pantaiAdakah rinduku seperti ombak?Mungkin samudra bisa menjawab Lidah api nyala membakarpada tungku damba sanubariKayu hangus menjadi arang dan abuAdakah rinduku api atau arang debu?Mungkin tungku bisa bercerita Ranting pohon kering dan patahmenjelma bersama daun keringgugur di padang dan hutan rimbaMargasatwa hilir mudik di rambutkuApakah…
Serpihan Jejak Musyafir – 137
Menyusuri Perjalanan Nafas
Simply da Flores … Ada awal,ayunan langkah pertamaAda jeda,saat rehat tenang sejenakAda jatuh bangunAda tanjakan,Ada kelokan dan terjalAda akhirketika waktunya pulangkembali menjumpai awaldari angin kepada anginnafas melebur dalam jagat Perjalan hidupadalah kelana nafasadalah ziarah desir darahdalam ruang dan waktuAda batas dan misteriAngin itu ada meski tak terlihatAngin dirasakan, tak tertangkap jemariSaatnya harus usaikelana nafas harus…
Serpihan Jejak Musyafir – 136
Diam, Bisu, Boneka dan Topeng
Simply da Flores … Potret dan lukisanmemang tidak berbicaraTetapi tidak bisu dan tulikarena ungkapkan ribuan katadari Sang Pemotret dan Sang PelukisLalusetiap pemirsa berdialog tanpa kata Diam dan tidak bicaraternyata mengatakan banyak haltermasuk yang dibungkam haknyadan dijahit lantang suaranyaEntah oleh senjata dan uangEntah oleh kekuasaan jabatanEntah oleh kebodohan dan ketakberdayaan Diam memang bukan emasapalagi memilih mogok…
Serpihan Jejak Musyafir – 135
Turut Berduka Cita – RIP
Simply da Flores … Membaca esai tentang sajak puisi kematianyang ditulis pada halaman kehidupanSetiap insan dipaksa menulis sajaknya sendiridengan aneka tanya laradengan air mata dukacitaMereka yang pulang pada asalnyasudah selesai kelana tanyaKita yang masih melangkahi debusering menemui ungkapan jiwa“Turut berduka citaRIP – Beristirahatlah dalam damai” Esai tentang sajak kematianseperti mengkaji debur ombak yang memecahkan buihdan…







