Simply da Flores … Kembali ke Jakartamataku masih melihat polusipedis di mata pedih di hatiCerita suka duka terus bersemidengan balutan kreasi inovasidari kecanggihan sarana digital zaman ini“Yang kaya semakin kayabangga dan terus berpesta poraYang miskin bertambah miskinlara menderita mati merana” Roda zaman menggilas jiwa ragaorang-orang mati bercandakarena sudah selesai duka laranyaSedangkan orang yang bernafasterus mati…
Kategori: SIMPLY DA FLORES
Serpihan Jejak Musyafir – 148
Serpihan Jejak Musyafir – 147
Jakarta di Akhir Januari 2024
Simply da Flores … 1. Jakarta, Aku Kembali Jakarta, salam jumpa kembalisetelah beberapa tahun aku pergimengunjungi kampung halamanBerlari menghindari covid19yang dasyat merenggut nyawadan tinggalkan tanya abadidalam hati sanubari insani Jakarta aku kembalimenyusuri jalanan kota inidengan wajah warna-warnihasil pembangunan dan inovasiMeskipun…semakin bertambah macet dan polusiMasalah sosial terus terjadigelandangan dan pengangguran merintihdi bawah emperan gedung tinggiJarak jurang…
Serpihan Jejak Musyafir – 146
Tembang-tembang Metropolitan
Simply da Flores … Dari bunyi halus melankolishingga dentuman bising menggelegarSemuanya terdengar di seantero jejak metropolitanAda tembang-tembang ibukotaTembang para pebisnis kaya rayaTembang para pejabat berkuasaTembang para politisi butaTembang para koruptor dan mafiaTembang para rakyat jelataTembang para buruh sederhanaTembang para penjual jasaTembang para pegawai biasaTembang para pemulung sampahTembang pembantu rumah tanggaTembang para tokoh agamaTembang para pengamen…
Serpihan Jejak Musyafir – 145
Di Pelataran Tugu Proklamasi
Simply da Flores … Senja ini aku datangi lagiTaman bersejarah Tugu ProklamasiAda banyak suasana berubahPenataan taman dan penjagaannyalayak sebagai situs penuh maknatonggak sejarah lahirnya NKRITidak lagi kumuh terlupakanTidak lagi jadi hutan yang angkerTidak lagi sarang kucing dan tikusTidak lagi parkiran gerobak pemulungTidak lagi rumah para gelandanganTidak terlupakan dan diremehkan lagi“Proklamasi…” Kudengar menggelegar lantang suara menggemaKumandang…
Serpihan Jejak Musyafir – 144
Berlomba Meraih Kemenangan Tahta
Simply da Flores … Tahta kekuasaan jumlahnya terbatastetapi pribadi yang mendambajumlahnya tak terbatasOmbak gelombang samudra seleramenghempas pantai siang malamNasib jutaan rakyat jelatamembaur di hamparan pasir pantaiditikam terik dicakar dinginAngin perubahan mengiringi waktusuka duka terus berpacumenghancurkan karang bisu galau Saat gong kemenangan ditabuhPeminat tahta kekuasaan berpacuSegala cara dan daya dipakaiagar tujuan kemenangan tercapaiPadahal faktanya jelasjumlah tahta…
Serpihan Jejak Musyafir – 143
Pucuk Awan & Telapak Angkasa
Simply da Flores … Deru mesin kreasi pikiranmembawa ragaku ke pucuk-pucuk awanmelihat satu halaman keajaiban“Aku hanya setitik debu tanahpada hitam putih wajah kesadaranTentang diriku di tengah alam semesta” Angin terbangkan jiwa ragakumenggapai pelataran telapak angkasauntuk bisa bercermin diriuntuk mampu menatap wajah pribadiDanbisa berdandan menata jejak langkah melukis sosok jiwa raga Pucuk-pucuk awan tersenyummelihat aku takut…
Serpihan Jejak Musyafir – 142
Dari Api Kembali ke Api
RIP Om Ignas Kleden Simply da Flores … Pikiranmu itu sinar nyala apikajian nalarmu energi bara apiMembakar jiwa nurani sesama insaniPijarkan sinar cahaya hakikiuntuk menemukan jawaban tanya kodratiApa makna sejati setiap pribadiApa artinya ada dan menjadiMengapa manusia datang dan pulang dalam misteriApa hakikat factum, verum, bonum dan misterium Engka Sang Penaburpada ladang nalarTentang pengalaman unity…







