Simply da Flores Memikirkan jumlah kata mulutkubisa seribu bahkan beribu-ribusetiap hari berbicara berkatadari mulutku yang satu iniEntah apa yang biasa kukatakanEntah apa yang dibicarakanEntah apa maknanya kata-katakuhanya diam saat tertidurDansering sekali tak kupedulikanApakah kataku disebarkan orangSiapa sesamaku saat bicaraApakah dia mendengarkan atau tidakApakah ada manfaat atau tidakkata-kataku mengalir bagai anginSehinggaaku pun jarang mendengarkanApa yang dikatakan…
Kategori: SIMPLY DA FLORES
Serpihan Jejak Musyafir -183
Para Pengawal Malam Metropolitan Simply da Flores Mengembara menyusuri malam di Metropolitanbanyak yang bisa disaksikandi bawah gemerlap lampu kotadi antara lenggak lenggok JakartaYang mungkin banyak orang tak tahuatau banyak yang tidak pedulikarena tenaga dan pikiran lelahterkuras aneka kesibukan pribadiBerjibaku menerjang roda waktuberjuang mengejar aneka kebutuhandengan kerja dan aneka tuntutanDeru debu pergulatan kota moderndalam relasi aneka…
Serpihan Jejak Musyafir -182
MEDSOS, OGOH-OGOH & ONDEL-ONDEL Simply da Flores Menyendiri di temaram lampu metropolitanaku temani malam mengembarameluncur di samudra layar digitalterbang meraih bintang digitalJutaan wajah bisa dijumpaidalam aneka gaya kisah ceritaRibuan pelosok dapat dijejakisaksikan keanekaragaman alam budayaKeajaiban zaman membawa perubahanEntah bisa menjadi berkatEntah menambah manfaat kehidupanEntah semakin sejahterakan manusiaEntah jadi ladang pembantaianAda surga dan neraka ditawarkantergantung kemampuan…
Serpihan Jejak Musyafir -181
Doa Semesta untuk IndonesiaAwan, Angin, Air, Api, Surya Simply da Flores Menyusuri jalanan merenda malampanorama wajah kelam gulitaberjalan diam hilir mudikentah di dusun udik sunyientah di kampung sepi terpencilentah di desa tertinggal jauhentah di kota-kota kecil negerientah di ramai daerah pabrikentah di tempat wisata hiburanentah di gemerlap modern metropolitanTerasa getir tanya berhamburandan alam pun ikut…
Serpihan Jejak Musyafir -180 Jeritan Alam & Pewaris Nusantara
Simply da Flores Dari luka raga Jawa DwipaRatusan jejak sejarah kekuasaantelah dikemas, dipatri dan ditulisseperti mahkota ratu rajajuga perhiasan, keris dan senjatakisah cerita tradisi sayangDanpada puncak bangunan waktuberkilau monumen keemasanyang terbangun dari lara deritayang tertoreh air mata darahsejak zaman leluhur dan penjajahhingga zaman kemerdekaan NKRI“Tetapi banyak fakta tertelan zamantergantung siapa penulis sejarahnya” Dari angin nalar…
Serpihan Jejak Musyafir -179 Menjangkau Batas Horison Samudra
Memoar 40 hari Dr. Ignas Kleden Simply da Flores 40 hari berlalu dikenangLelaki energik hitam legamdari rahim Kampung Waibalun Florestelah melewati batas pandangmelintas garis horizon samudra“Timu matan Lera geredari Timur matahari terbitWarat lali Lera lododi Barat sang Surya tenggelam”Perjalanan ziarah seorang putra Samudramengiring cahaya mengurai sinardengan pisau tanya di nalardengan pedang analisa pikirandengan sorot mata…
Serpihan Jejak Musyafir -178 Nyanyian Hujan Akhir Pekan
Simply da Flores Terdengar mengalun sendu menggodalintasi gunung bukit lembahlewati udik desa dan kotaNyanyian hujan akhir pekanlagu senandung alam semestaAda yang lebat mengguyurAda yang biasa saja menyiramAda yang hanya rintik mendung“Sang Pemilik hujan bernyanyidengan nada dan iramanyadengan syair dan pesannyaMasing-masing boleh bereaksientah disukai atau biasa sajaentah menghibur atau bising…” Menyusuri Ibukota metropolitansaat hujan mengguyur derasnyanyian…







