Simply da Flores … 1.Seorang ibu menulis cintadengan darah dan air matapada tepi kubur kodrat semestademi melahirkan putra-putri kehidupan Pada bara tungku dapurdimasak sajian kasih sayangbagi suami dan anak cucuPada terik mentari dan gulita malamdiukir doa cinta lestaribagi nafas generasiDalam diam semua dijalanihingga akhir hayat kembali 2.Biar hanya jemari kurus lunglaiIa berjuang pecahkan batu karangdemi…
Kategori: SIMPLY DA FLORES
Serpihan Jejak Musyafir -192
Serpihan Jejak Musyafir -190
Menyimak Petisi Para Burung
Simply da Flores … Menghadapi musim pancarobadiadakan musyawarah para burungDi ibukota negara Nusantaramembahas nasib alam lingkunganserta keberlanjutan habitat merekaAda Kasuari dan cendrawasih dari PapuaAda Kakatua dari MalukuAda Gagak dari Nusa TenggaraAda Jalak dari pulau DewataAda Maleo dari SulawesiAda Perkutut dari JawaAda Enggang dari KalimantanAda Murai dari SumateraAda Pipit dari MetropolitanAda Garuda dan Elang lintas kathulistiwaMemimpin…
Serpihan Jejak Musyafir – 189
Air Mata Langit Membasuh Malam
Simply da Flores Sudah tujuh malam berturutLangit cucurkan air mata derasmembasuh wajah gulita malamEntah karena kesedihan mendalamEntah karena sakit lara menderaEntah karena memang musimnyaDari awal malam menangishingga subuh menjelang pagiguyuran air matanya lebat tercurahDandi mana-mana air tergenangAda yang banjir dan longsorAda yang lara perih menderitakarena dilanda ganas bencana“Tangisan langit nyata dan misteriTak tahu kapan akan…
Serpihan Jejak Musyafir -188
Ketika Berani Mempertanyakan Cinta
Simply da Flores Rehat sejenak di tikungan ziarahkusetelah berulang digilas roda waktuAku tersenyum sendiri menyepimenertawakan damba pribadiingin tahu makna cintaingin paham arti kasih sayangingin melihat sosok wajah cintaApa dan siapakah cintaMengapa perlu kasih sayang bagikuDanaku mengembara dalam samudra tanyaterbawa arus gelombang cintamengharap dihempas ombak jawabanpada pasir pantai kasih sayang Sudah banyak tulisan terbacatentang cinta dan…
Serpihan Jejak Musyafir -187
Berkelana dalam Hitamnya Kopi-Ku
Simply da Flores Minuman kopi yang dinikmatimengalir dari pohon rimbun hijauakar kokoh tanaman kopidi dada lembah bukit pegununganMekar bunga putih berbarissebarkan harum semerbak mewangiparfum alam yang membius jiwaSenyum petani menanti kopibuah ranum kuning dan merahdipanen dan dibawa pulang ceriaberkah bagi nikmat energi kehidupansudah menjadi tradisi peradabanlintas suku bangsa duniahingga zaman digital milenial ini“Kopi hitam pahit…
Serpihan Jejak Musyafir -186 Subuh Diguyur Hujan Lebat
Simply da Flores Beberapa hari ini aku di dusunkembali jumpai sanak saudaradengar dan rasakan cerita piluAlam dilanda panas kekeringanKebun ladang merana kerontanganeka tanaman kerdil dan matilalu terpaksa dibabat dibenamkanPanenan sirna rezeki hampaketika musim pancaroba melandaEntah nasib keluarga seperti apaharga sembako di pasar melonjaktak ada uang untuk bisa membeliDanpagi subuh ini hujan mengguyur“Apakah ini air mata…
Serpihan Jejak Musyafir -185 Makna Puasa di Zaman Digital Milenial
Simply da Flores Umat Katolik sedang berpuasamenjelang Pekan Suci dan Paskahmeruwat bersihkan jiwa ragamenapaki kisah sengsara Yesusmembasuh diri dalam lautan Kerahiman-NyaAgar mampu laksanakan amanahmenjadi garam ragi dan terangdalam pikiran kata perbuatansesuai panggilan hidup masing-masingHidup bisa menjadi berkatwaktu menjadi kesempatan berbagi“Membawa kasih Allah kepada sesamamembawa sesama mengalami Kasih AllahSehingga bersyukur atas kehidupankarena telah menjadi berkatdalam tuntunan…







