Simply da Flores Sang Opa rambut putih terurai menggesek biolanada nostalgia menggema mengetuk sanubarimelintas waktu antar generasiZiarah pribadi menemukan makna sejatiapakah hakikat kodrati diri pribadiSang Oma yangdibalut sahaja senyum bijakmelukis denting irama di wajah pianodengan warna memori zamannyaKisah fakta yang hampir terlupakanmenghalau sekat ruang suku bangsa dan melintas batasKelana jiwa raga senandung tulusPribadi seorang ibu…
Kategori: SIMPLY DA FLORES
Secercah Sajak Semesta -57
Secercah Sajak Semesta -56
Bulan Sabit Tertikam Petir
Simply da Flores 1.Hujan mengguyur sejak awal malammungkin itu tangisan senjaNamunhiruk pikuk metropolitan tetap berjalanAku berteduh di halte bis kotabanyak kendaraan menerjang hujandemi tagihan tugas dan kebutuhanKilau cahaya lampu kota gemerlapuntuk kehidupan zaman digital Ada yang sudah lelap tertidurTak tahu yang di kampung udikapalagi jika belum ada listrikWajah negeri beraneka ragamdalam rupa fisikapalagi soal nasib…
Secercah Sajak Semesta – 55
Melukis Wajah Keadilan
Simply da Flores 0.Dalam sebuah musyawarah alamuntuk mengajari perilaku zaman manusia sekarangUnsur alam lingkungan semestamemberikan pendapat tentang keadilanagar didengarkan dan dilakukan manusia 1.Batu-batu angkat bicaraKeadilan itu harus keras kokohdalam sanubari jiwa manusiaagar jadi landasan berpikiruntuk membuat keputusan yang benar dan tepat 2.Sungai, danau, dan hujan tidak setuju“Keadilan harus lentur seperti airdan selalu menyesuaikan diri dengan…
Secercah Sajak Semesta – 54
Conclave: Habemus Papam
Simply da Flores … 1.Kawanan merpati menjadi saksijutaan jejak rindu damba insaniyang berziarah mencari jawaban rohaniDi pelataran Basilika St. Petrus – RomaSimpul sejarah iman Kristianifakta misteri Karya Keselamatan Ilahidalam diri seorang lelakiYesus Kristus dari NazarethLahir dalam kandang hina dinaWafat dan dikuburkan dalam makam nestapakarena bukan milik keluarganyaTetapihingga zaman digital milenial inisemakin banyak yang percaya dan…
Secercah Sajak Semesta – 53
Serpihan Makna ‘Laudato Si’
Simply da Flores … 1.“Hai kau manusia, sekarang aku tanyakan padamumengapa engkau acuh dan sombong padakuPadahal setiap saat aku bersamamuAku mendukung alat pernafasanmusehingga engkau mampu lakukan berbagai halHidupmu berjalan karena akuMengapa untuk menyapa pun jarangapalagi kau berterima kasih padaku?”Aku kaget dan terdiamseperti disambar petir siang bolongKetika angin menghentak aku dengan untaian kalimat ituTernyata udara yang…
Secercah Sajak Semesta – 52
Berhembus Syair Malam
Simply da Flores … Berhembus angin di nafas waktuAku tak sadari siapa akumeskipun kaki angan masih berlarimengejar rindu yang tak bertepiPada hamparan belantara faktaharapkan jawaban dari seribu tanyayang selalu menemani jiwa ragaselama berkelana berziarah di dunia Malam…Engkau pasti datang kembalisetelah sehari aku menaridalam irama rutinitas pribadiTetapisering hal tak terduga terjadiAku pun tak selalu mengertiapa makna…
Secercah Sajak Semesta – 51
Konklaf: Antara Film dan Fakta Iman
Simply da Flores … 1.Tahun 2024 film Conclave ditayangkanSang Penulis Skenario menggores gagasanSang Produser dan Sutradara mengukir peranPara pemain dan awak melukis gayaMereka mau sampaikan pesan maknaberdasarkan fakta kejadian tradisi Conclavedalam sebuah karya senitentang sejarah tradisi iman KatolikAntara upaya insani menjawab misteri IlahiAntara kreasi seniman dan ungkapan prinsip imanAntara tradisi organisasi dan dinamika damba zamanAntara…







