1.Janganlah… Janganlah…kau coba berkata benciKarena angin tak ada rumahnya Janganlah…kau selalu berkata cintakarena aku tak tahudan kau tak perlu Janganlah…kau selalu marah padakukarena air samudra pasti asin dan berombak Janganlah…kau katakan suka atau dukaKarena selalu ada siang dan malam 2.Senja yang Horor Pada garis batas senjaRibuan sosok wajah terkaparpenuh luka dan darahSetelah tertusuk panah terikdan…
Kategori: SIMPLY DA FLORES
Jejak Kelana Nafas-20
Jejak Kelana Nafas-19
Bocah Angin-545
Nasib Para Pemilik Semesta
Bayi-bayi sahajamembasahi wajah peradaban dengan air matanyaMenangisi nasib sejarah kelana manusiayang dipeluk luka lara deritakarena lupa pada amanah Pencipta Bocah-bocah generasiMatanya menyinari buana dan angkasaSenyumnya menyejukkan terik damba semestaKetawa cerianya menghibur kemiskinan nalaryang melukis terus sejarahdalam tuli nalar dan buta jiwa Anak-anak tunas beliamenghembus nafas segarkan udarabergerak lincah mengurai kusutnya zamanYang dibelenggu kerakusan dan gengsiYang…
Jejak Kelana Nafas-18
Bocah Angin-545
Luka, Lara, Derita
Aku …membawa luka berkelanaAku …rasakan lara dalam darahAku …hirup dan hembuskan derita dalam nafasAku…datang berziarah di padang tanyadengan luka lara derita Aku …Apakah putera luka dan puteri laraApakah aku generasi pewaris derita? Wahai luka dan laraJawablah akuInikah warisan kearifan peradaban leluhur? Wahai derita …Katakan kepadakuApakah ini kehendak Sang Pencipta? Mungkin …tak cukup pengetahuanku mencernaMungkin …tak…
Jejak Kelana Nafas-17
Bocah Angin-545
Mercusuar Paradoks
Mata-Mubercahaya tak hentibagi semua isi semesta tanpa kecualiWajah-Mubertabur bintang dan sinar purnama Tangan-Mu penuh kasihdalam gulitamerangkul semuatanpa membedakan dan memilih Cinta-Mu tak bertepialirkan udara bagi nafas semua makhlukKesetiaan-Muadalah debu tanahyang selalu menggendong dan menyusuisetiap lapar dahaga manusia Kebijaksanaan-Muadalah samudradengan ombak gelombang kemurahantak bertepi mengabdi pasir pantai Tetapi …sadarkuhanya serpihan puing-puing laraTerima kasihkucuma remah- remah di…
Jejak Kelana Nafas-16
Bocah Angin-545
Tanyaku Mencari-Mu
Ketika aku biasa bertanyaEngkau Sang Maha Tanyabagi damba pikiranku yang papa Ketika aku coba bersujudEngkau melebur di debu tanahyang tak cukup jemariku memeluk Ketika aku menatap angkasaEngkau mentari, bulan, bintang dan awanyang luasnya tak terjangkau angan Ketika aku pejamkan mataEngkau gulita, pekat, kelam kesunyiandalam diam abadi kedalaman Ketika aku ke sungaiEngkau air mengalir dan bebatuanantara…
Jejak Kelana Nafas-15
Bocah Angin-545
Perjumpaan Makna
Energi api tersenyummenuntun jemari dan telapak tangankuBibirku erat setiamemeluk gulungandambamenanti sebagai pribadi berkuasa dan saktiproklamirkan kesombongan diridan kebodohan dikuasai gengsitanpa nitani dan jiwa sanubari Api dan gulungan damba berjumpaBara dan asap bercumbu mesralalu berkelana dengan sayap dambaTak peduli api ke mana sirnakarena aku berkelana meraih selerasebagai sosok penguasa semesta Sepertinya perjumpaan elemen alam itu sederhanaHanya…
Jejak Kelana Nafas-14
Bocah Angin-545
Menyibak Hitam Putih
1.Hitam, Pekat, Gulita, Kelam Mata tertikam faktaPikiran mengurai kenyataanPengalaman terbang mengembaraAntara hitam dan putihAntara pekat dan terangAntara gulita dan siangAntara kelam dan warna-warni Hitam itu ada dan terjadiPekat itu kenyataan bersemiGulita itu pengalaman penuh artiKelam itu dinamika refleksiAntara mata dan pikiranAntara kenyataan dan pengetahuanAntara kata dan pengalamanAntara tanya dan misteri Hitam…Bukan soal mata dan pikiranPekat…Bukan…







