Kategori: RM. PETRUS SANTOSO, SCJ

Cintailah Iman Kita:
“Ketidaksucian”

Bagian 112 | Red-Joss.com | Ketidaksucian dalam konteks ajaran Katolik dipahami sebagai pelanggaran terhadap keutamaan kesucian, yang merupakan keutamaan moral yang mengatur ekspresi seksualitas manusia. Katekismus Gereja Katolik (KGK) memberikan kerangka kerja yang komprehensif untuk memahami kesucian dan kebalikannya, ketidaksucian, terutama dalam kaitannya dengan martabat manusia, hukum moral, dan...

Cintailah Iman Kita:
“Pikiran Jahat”

Bagian 111 Konsep pikiran jahat dalam konteks ajaran Katolik dapat dipahami melalui lensa teologi moral, khususnya yang berkaitan dengan sifat dosa dan hati nurani manusia. Katekismus Gereja Katolik (KGK) membahas masalah pikiran dan niat dalam beberapa bagian, khususnya dalam kaitannya dengan dosa dan tanggung jawab moral. Singkatnya, pikiran jahat...

Cintailah Iman Kita:
“Kemalasan”

Bagian 110 Konsep kemalasan dapat dipahami dalam kerangka ajaran Gereja Katolik seperti yang diartikulasikan dalam Katekismus Gereja Katolik (KGK). Kemalasan yang sering diidentikkan dengan dosa kemalasan, bukan sekadar kurangnya aktivitas fisik, tapi, juga mencakup kemalasan rohani yang lebih dalam mempengaruhi hubungan seorang dengan Allah dan orang lain. Singkatnya, Katekismus...

Cintailah Iman Kita:
“Iri Hati”

Bagian 109 | Red-Joss.com | Iri hati, sebagaimana dipahami dalam kerangka ajaran Katolik, adalah sebuah emosi yang kompleks yang dibahas dalam Katekismus Gereja Katolik. Iri hati didefinisikan sebagai respons sedih terhadap keberuntungan atau kesuksesan orang lain, yang dapat mengarah pada keinginan untuk memiliki yang dimiliki orang lain atau melihat...

Cintailah Iman Kita:
“Keserakahan”

Bagian 108 | Red-Joss.com | Konsep keserakahan, yang sering dipahami sebagai keinginan yang berlebihan akan kekayaan atau harta benda, dibahas dalam Katekismus Gereja Katolik (KGK). Keserakahan berkaitan erat dengan dosa ketamakan, yang merupakan salah satu dari tujuh kejahatan utama. Katekismus menguraikan sifat keserakahan dan implikasi moralnya. Singkatnya, Katekismus Gereja...

Cintailah Iman Kita:
“Menghadapi Kemarahan”

Bagian 107 | Red-Joss.com | Menghadapi kemarahan adalah sebuah proses emosional dan psikologis yang kompleks yang dapat diinformasikan oleh ajaran-ajaran Gereja Katolik, khususnya yang diartikulasikan dalam Katekismus Gereja Katolik (KGK). Gereja mengakui, meski kemarahan merupakan emosi alamiah manusia, harus dikelola dengan cara yang selaras dengan kebajikan dan ajaran moral...

Cintailah Iman Kita:
“Suara Batin”

Bagian 106 | Red-Joss.com | Konsep ‘suara batin’ manusia dapat dikaitkan secara erat dengan pemahaman Katolik tentang hati nurani, yang berfungsi sebagai panduan internal untuk pengambilan keputusan moral. Katekismus Gereja Katolik (KGK) memberikan kerangka kerja yang terperinci untuk memahami aspek batin dari kodrat manusia ini, khususnya dalam kaitannya dengan...

Cintailah Iman Kita:
“Peran Hati Nurani”

Bagian 105 | Red-Joss.com | Peran hati nurani dalam ajaran Katolik merupakan aspek penting dalam teologi moral, karena hati nurani berfungsi sebagai suara hati yang menuntun setiap orang untuk membedakan mana yang benar dan salah. Katekismus Gereja Katolik (KGK) memberikan penjelajahan yang rinci tentang hati nurani, menekankan pentingnya dalam...

Cintailah Iman Kita:
“Prinsip-prinsip Moral”

Bagian 104 | Red-Joss.com | Prinsip-prinsip moral dalam konteks Gereja Katolik berakar pada pemahaman akan Hukum Alam, hati nurani, dan ajaran-ajaran Kristus. Katekismus Gereja Katolik (KGK) memberikan kerangka kerja yang komprehensif untuk memahami prinsip-prinsip ini, dengan menekankan perannya dalam menuntun perilaku manusia ke arah yang baik. Singkatnya, prinsip-prinsip moral...

Cintailah Iman Kita:
“Hukum Alam”

Bagian 103 | Red-Joss.com | Hukum Alam adalah sebuah konsep fundamental dalam teologi moral Katolik yang mengacu pada tatanan moral yang melekat pada kodrat manusia dan dunia. Hukum Alam dipahami sebagai sebuah partisipasi dalam hukum Allah yang kekal, yang dapat diakses oleh akal budi manusia, dan berfungsi sebagai dasar...

Cintailah Iman Kita:
“Irenaeus dari Lyons”

Bagian 102 | Red-Joss.com | Irenaeus dari Lyons (sekitar 130-202 M) adalah seorang tokoh penting dalam sejarah Kristen mula-mula, yang dikenal terutama, karena perannya sebagai seorang teolog dan Uskup. Tulisan-tulisannya, terutama karyanya “Melawan Ajaran Sesat,” sangat penting untuk memahami perkembangan doktrin Kristen mula-mula dan pembelaan iman terhadap kepercayaan Gnostik....

Cintailah Iman Kita:
“Santo Thomas Aquinas”

Bagian 101 | Red-Joss.com | Thomas Aquinas adalah seorang teolog dan filsuf yang paling berpengaruh dalam sejarah Gereja Katolik. Karyanya memiliki dampak yang besar pada teologi Kristen, filsafat, dan perkembangan pemikiran Barat. Meskipun Katekismus Gereja Katolik (KGK) tidak memberikan biografi yang luas atau analisis rinci tentang karya-karya Aquinas, tapi...

Cintailah Iman Kita:
“Santo Paulus”

Bagian 100 | Red-Joss.com | Paulus dikenal sebagai Rasul Paulus. Dia adalah seorang tokoh sentral dalam Perjanjian Baru. Dia juga dikenal kontribusinya yang signifikan bagi Gereja Kristen mula-mula melalui karya-karya misionaris dan surat-suratnya. Katekismus Gereja Katolik tidak memberikan biografi lengkap tentang Santo Paulus, tapi membahas peran dan kontribusi teologisnya...

Cintailah Iman Kita:
“Tomas Sang Rasul”

Bagian 99 | Red-Joss.com | Tomas sang Rasul sering disebut sebagai ‘Tomas yang Ragu-ragu’. Dia seorang tokoh penting dalam Perjanjian Baru, dikenal terutama, karena keraguan awalnya mengenai kebangkitan Yesus. Meskipun Katekismus Gereja Katolik tidak memberikan biografi yang luas atau risalah teologis yang terperinci secara khusus tentang Santo Tomas, tapi...

Cintailah Iman Kita:
“Yohanes Rasul”

Bagian 98 | Red-Joss.com | Yohanes Rasul juga dikenal sebagai Yohanes Penginjil. Ia adalah seorang tokoh penting dalam Perjanjian Baru dan tradisi Kristen mula-mula. Kontribusinya meliputi Injil Yohanes, tiga Surat Yohanes, dan Kitab Wahyu, menjadikannya sebagai penulis paling berpengaruh dalam kanon Perjanjian Baru. Meskipun Katekismus Gereja Katolik (KGK) tidak...