Cintailah Iman Kita:
“Kardinal”
Bagian 126 Istilah “Kardinal” dalam konteks Gereja Katolik merujuk kepada seorang pemimpin gerejawi senior, biasanya Uskup yang telah diangkat menjadi anggota Kolese Kardinal. Posisi ini sangat penting dalam hierarki Gereja dan memainkan peran penting dalam tata kelola Gereja, terutama dalam pemilihan Paus baru dan dalam memberikan nasihat kepada Paus...
Cintailah Iman Kita:
“Paus”
Bagian 125 Konsep Paus adalah aspek fundamental dari pemahaman Gereja Katolik tentang otoritas dan kepemimpinan dalam komunitas Kristen. Katekismus Gereja Katolik (KGK) memberikan sebuah penjelasan yang rinci tentang peran dan signifikansi Paus, khususnya dalam kaitannya dengan pemerintahan Gereja dan tradisi kerasulan. Singkatnya, peran Paus memiliki banyak segi, mencakup kepemimpinan,...
Cintailah Iman Kita:
“Ex Cathedra”
Bagian 124 Istilah “ex cathedra” merujuk pada sebuah cara pengajaran khusus yang dilakukan oleh Paus, ketika ia berbicara dalam kapasitas resminya sebagai Uskup Roma dan sebagai guru tertinggi Gereja universal. Konsep ini terkait erat dengan doktrin infalibilitas kepausan, yang secara resmi didefinisikan dalam Konsili Vatikan I (1869-1870). Dalam Katekismus...
Cintailah Iman Kita: >/em>
“Infalibilitas”
Bagian 123 Infalibilitas adalah sebuah konsep yang signifikan dalam teologi Katolik, khususnya mengenai otoritas Gereja dalam hal iman dan moral. Katekismus Gereja Katolik (KGK) memberikan penjelasan yang rinci tentang doktrin ini, dengan menekankan dasar-dasarnya pada wahyu Ilahi dan otoritas pengajaran Gereja. Konsep infalibilitas terutama dikaitkan dengan Paus dan Magisterium...
Cintailah Iman Kita:
“Pengorbanan”
Bagian 122 Konsep pengorbanan dalam konteks Gereja Katolik memiliki banyak segi, meliputi dimensi teologis, liturgis, dan moral. Katekismus Gereja Katolik (KGK) memberikan sebuah eksplorasi yang komprehensif mengenai tema ini, khususnya dalam kaitannya dengan pengorbanan Kristus dan Ekaristi. Singkatnya, konsep pengorbanan dalam tradisi Katolik sangat terkait dengan pemahaman akan tindakan...
Cintailah Iman Kita:
“Kebodohan”
Bagian 121 Konsep kebodohan, meskipun tidak secara eksplisit didefinisikan dalam satu paragraf dalam Katekismus Gereja Katolik, tapi dapat dipahami melalui berbagai ajaran yang membahas perilaku manusia, kebijaksanaan, dan implikasi moral dari pilihan-pilihan seseorang. Dalam konteks Katekismus, kebodohan dapat dikaitkan dengan kurangnya kebijaksanaan atau kearifan, yang sering dikontraskan dengan pengejaran...
Cintailah Iman Kita:
“Kesombongan”
Bagian 120 Konsep kesombongan, meskipun tidak secara eksplisit didefinisikan dalam Katekismus Gereja Katolik, dapat dipahami melalui lensa kebajikan dan keburukan yang terkait, terutama dalam konteks kerendahan hati dan kesombongan. Arogansi dapat dilihat sebagai keyakinan yang berlebihan terhadap kemampuan atau pentingnya diri sendiri, yang sering kali mengarah pada pengabaian terhadap...
Cintailah Iman Kita:
“Penghujatan”
Bagian 119 | Red-Joss.com | Penghujatan, dalam konteks Katekismus Gereja Katolik, dipahami sebagai suatu tindakan yang tidak sopan dalam berbicara tentang Allah atau hal-hal yang sakral. Katekismus membahas konsep penghujatan terutama dalam kaitannya dengan Perintah Kedua, yang menekankan kesucian nama Allah dan penghormatan yang tepat diberikan kepadanya. Menurut Katekismus,...
Pojok Refleksi:
Oleh Karena AnugerahNya
| Red-Joss.com | Selama 32 Hari saya berada di Rumah Retret Girisonta, Ungaran. Selama 30 Hari, saya ikut retret terbimbing bersama Romo Dibyawiyata SJ (06 Nopember 1941). Jika Bapak saya masih hidup, usianya seperti Rm. Dibya ini. Selama retret, saya seperti mendengarkan nasihat-nasihat dari ‘Bapak’ saya. Retret ini menjadi...
Cintailah Iman Kita:
“Tidak Bermoral”
Bagian 118 | Red-Joss.com | Tidak bermoral, dalam konteks teologi moral Katolik, mengacu pada suatu keadaan pelanggaran hukum moral atau pengabaian tatanan moral, khususnya dalam kaitannya dengan etika seksual. Katekismus Gereja Katolik (KGK) membahas konsep ini terutama dalam kerangka kebajikan, keburukan, dan implikasi moral dari seksualitas manusia. Kebejatan sering...
Cintailah Iman Kita:
“Penipuan”
Bagian 117 | Red-Joss.com | Dalam Katekismus Gereja Katolik, penipuan dibahas dalam konteks yang lebih luas dari teologi moral, khususnya mengenai Perintah Kedelapan, yang melarang untuk memberikan kesaksian palsu. Penipuan dapat dipahami sebagai tindakan yang secara sengaja menyesatkan atau salah mengartikan kebenaran, yang pada dasarnya merusak nilai kejujuran dan...
Cintailah Iman Kita:
“Kebencian”
Bagian 116 | Red-Joss.com | Konsep kedengkian dalam konteks ajaran Katolik dapat dipahami melalui berbagai sudut pandang, termasuk teologi moral, dosa, dan hakikat tindakan manusia. Katekismus Gereja Katolik (KGK) memberikan wawasan tentang aspek-aspek ini, terutama dalam kaitannya dengan niat di balik tindakan dan bobot moral dari pilihan seorang. Kedengkian...
Cintailah Iman Kita:
“Perzinahan”
Bagian 115 | Red-Joss.com | Perzinahan, sebagaimana dipahami dalam konteks ajaran Katolik, terutama dibahas dalam Katekismus Gereja Katolik (KGK). Perzinahan didefinisikan sebagai pelanggaran terhadap perjanjian perkawinan, yang merupakan ikatan suci yang ditetapkan oleh Allah. Katekismus menekankan pentingnya kesetiaan dalam pernikahan dan implikasi moral dari perselingkuhan. Katekismus menyatakan, bahwa perzinahan...
Cintailah Iman Kita:
“Pembunuhan”
Bagian 114 | Red-Joss.com | Katekismus Gereja Katolik membahas konsep pembunuhan dalam konteks Perintah Kelima, “Jangan membunuh.” Perintah ini pada dasarnya berkaitan dengan kesucian hidup manusia dan implikasi moral dari menghilangkan nyawa secara tidak adil. Katekismus menyatakan, bahwa “pembunuhan sangat bertentangan dengan martabat manusia dan kekudusan Sang Pencipta” (KGK...
Cintailah Iman Kita:
“Pencurian”
Bagian 113 | Red-Joss.com | Konsep pencurian dibahas dalam kerangka ajaran moral Gereja Katolik, khususnya dalam Katekismus Gereja Katolik (KGK). Pencurian dipahami sebagai pelanggaran terhadap Perintah Ketujuh, yang menyatakan, “Jangan mencuri” (Keluaran 20: 15). Katekismus menguraikan sifat pencurian, implikasi moralnya, dan tanggung jawab individu terkait harta benda dan keadilan....