Kupandang sejenak Tuhan Yesus yang tergantung di atas kayu salib. Dia adalah penyelamatku. Dia telah diurapi dan terus-menerus memberikan berkat-Nya padaku dan saudara-saudariku yang mengimani-Nya. Dia juga menyertai hidup kami, hingga akhir zaman. Kabar baik selalu diberikan kepada kami, supaya kami makin teguh dan setia. Bait Allah di Kota Nazaret jadi bukti, bahwa Dia adalah…
Kategori: RM. PETRUS SANTOSO, SCJ
“Pengharapan Bagi Segala Bangsa”
Yesus memulai pelayanan-Nya di Galilea dengan pewartaan di rumah ibadat Nazaret: “Roh Tuhan ada pada-Ku… Ia mengutus Aku untuk membawa kabar gembira kepada orang miskin… membebaskan para tawanan… memberikan penglihatan bagi yang buta… dan melepaskan orang yang tertindas.” Roh yang sama, yang dulu melayang di atas air pada awal penciptaan, kini menggerakkan Kristus yang membawa…
Pesta Perjamuan
Siapa yang selalu ada di sekeliling meja makanmu saat sedang makan? Jawabnya adalah keluarga inti. Ketika makan di restauran? Jawabnya adalah keluarga besar dan teman-teman dekat. Siapa yang diundang atau akan diundang, ketika mengadakan suatu pesta? Jawabnya adalah keluarga, rekan-rekan bisnis, dan sahabat sosialita. Intinya adalah yang sudah dikenal olehmu dan keluargamu. Suatu saat dirimu…
Berbagi itu Karunia
Ada orang yang sulit berbagi, mudah berbagi, dan ada pula orang yang tidak pernah berbagi, tapi cerewet. Mengapa orang sulit berbagi? Bisa jadi tidak pernah diajari dan diberi contoh untuk berbagi. Dia tidak melihat, bahwa berbagi itu indah. Berbagi itu bisa meringankan orang lain dan mendatangkan berkat. Orang jadi sulit berbagi, karena dirinya tidak mempunyai…
Bijak Berkata-kata
Tajamnya kata-kata yang memiliki irama sopran, alto, tenor dan bass itu memang indah, jika diharmonikan dalam kelompok koor atau paduan suara. Sebaliknya, jika kata-kata itu tidak diharmonikan, maka jadi tidak nyaman untuk didengarkan. Apalagi, jika kata-kata itu mengikuti suasana hati, wow, bisa dilihat yang dihasilkannya. Buktinya, ketika kita sedang marah. Kata-kata apa yang biasanya diekspresikan?…
Kugenggam Tangan-Nya, karena Aku Percaya
Langkah Pertama:Aku kenal Dia.Aku mendekat kepada-Nya.Aku belajar lagi untuk mendalami ajaran-ajaran-Nya.Aku jadi intim dengan-Nya.Aku percaya kepada-Nya, danberjanji untuk setia. Langkah Kedua:Aku mulai berani bersaksi tentang Dia.Aku merenungkan dan menuliskan ajaran-ajaran-Nya.Aku berbagi tentang apa saja tentang Dia.Aku yakin bakal banyak pribadi yang terus mencari Dia. Langkah Ketiga:Aku menjadikan Dia sebagai yang pertama dan utama bagi hidupku.Aku…
Pribadi yang Peka
Hidup bersama dengan orang lain itu kita dituntut peka. Kepekaan itu sangat menentukan, karena dari kepekaan itu kita benar-benar bisa menempatkan diri dan beradaptasi dengan baik. Sehingga kita mudah diterima dan menerima orang lain. Coba, jika kita bersikap kaku. Hidup seperti itu membuat kita merasa bosan, apalagi yang lain. Tidak ada variasinya. Mungkin kita merasa…







