Berpikir Sederhana Untuk Jadi Hebat (4)
Melangkah Pasti Bersama Allah
“Sertai, dampingi, dan terangi jiwa ini dengan Roh Kudus-Mu, karena Engkau andalanku.” -Mas Redjo … Sebagai perantauan, saya tahu dan sadar diri, apalagi ikut menumpang di rumah orang itu yang pasti tidak seenak dan senyaman tinggal di rumah sendiri. Saya sadar dan tahu diri. Hal itu yang membuat saya...
Berpikir Sederhana Untuk Jadi Hebat (3)
Komunikasi Kasih itu Membuka Pintu Anugerah-Nya
“Mendisiplinkan kebiasaan baik: berkomunikasi dengan hati untuk saling memahami dan bahagia.” -Mas Redjo Bersyukur, saya mempunyai Ibu yang pengertian. Semula Ibu tidak mengizinkan merantau, karena saya anak bungsu. Tapi saya memberi pengertian dan mohon restunya. Saya ingin merantau ke kota itu tidak didasari ingin melarikan diri dari kenyataan pahit....
Berpikir Sederhana Untuk Jadi Hebat (2)
Hidup Bermakna Didasari Cinta
“Hidup ini sederhana. Jadi hebat itu, ketika kita sukses memaknainya.” -Mas Redjo Untuk jadi pribadi yang berhasil dan sukses, kita tidak harus melakukan hal-hal yang hebat, dahsyat, dan spektakuler. Kita dapat melakukan hal-hal kecil dan sederhana, tapi didasari kasih yang besar. Saya sadar diri, untuk mencapai puncak prestasi dan...
Berpikir Sederhana untuk Jadi Hebat (1)
Ikhlas Hati itu Hidup Tanpa Beban
“Untuk memahami rencana Tuhan itu sederhana, pola pikir saya didasari hakikat hidup sejati: lahir, kawin, dan mati.” -Mas Redjo Dari tiada ke ada, lalu kembali ke tiada. Tujuannya jelas, agar kita menjalani hidup ini dengan ikhlas dan tuntas. Tanpa ikhlas hati, hidup ini jadi berat. Coba berefleksi untuk memaknai...
Arti Sebuah Kebanggaan
Dalam suatu bincang-bincang, seorang cantrik bertanya pada Guru Bijak:“Guru apa arti kebanggaan bagi seseorang? Apakah kebanggan itu harus dicari dan diungkapkan?” Guru Bijak tersenyum renyah. Sebelum ia menanggapi, seorang cantrik yang lain menimpali. “Apakah orang yang awalnya terpuruk lalu meraih sukses itu juga peroleh suatu kebanggaan?” “Orangtua yang pe-en-es...
Persembahan Hati
“Ya, Allah, terimalah persembahan hati ini, karena hanya ini yang aku punya …,” gumam lelaki tua itu lirih. Dengan tertatih ia melangkah menuju pohon Sono yang rimbun. Dihelanya nafas panjang. Desau angin yang sejuk mengusap wajahnya yang keriput. Ia lalu menyandarkan tubuhnya di pohon. Seorang lelaki muda mengandeng tangan...
Sang Kendali
Malam merangkak menenggelamkan mimpi bocah-bocah. Di suatu padepokan Antahbrantah, Guru Bijak tengah ngobrol dengan para cantrik. Obrolan mengalir dan sesekali ditimpali tawa. “Menurutmu, keheningan itu diperoleh di tempat sepi?” “Tidak selalu…” “Jadi?” “Tempat sepi hanya suatu sarana yang mendukung.” Guru Bijak tersenyum. Cantrik itu sumringah. “Apa yang didapat di...
Menggali Talenta Anak
“Kenali dan gali potensi anak itu dari barang mainan yang disenangi, lalu diarahkan agar impiannya itu jadi nyata.” -Mas Redjo Cerita dari Ayah sahabat KN itu terpatri dalam pikiran saya. KN bungsu dari enam bersaudara. Lima saudaranya sudah mentas dan mapan. Bahkan tiga di antaranya bermukim di luar negeri....
Awas… Hutangmu Jatuh Tempo!
“Jika hidup ini ibarat membayar hutang kepada Tuhan, kita harus disiplin mencicilnya agar apa pun yang dikredit itu tidak gagal bayar dan disita.” -Mas Redjo … Maaf, jika kita tidak sependapat!Analogi itu saya terapkan sebagai pengingat agar saya sadar diri dan bertanggung jawab atas hidup ini. Karena dipercaya, saya...
Harap Maklum …!
“Maklum!” Kata itu yang sering meluncur dari Guru Bijak. Salah satu kata sakti yang terekam di kepala seorang cantrik yang sering menemani Guru Bijak jalan-jalan keliling pedesaan. Ketika di simpang jalan, Guru Bijak ditabrak pejalan kaki yang terburu-buru, hingga orang itu nyaris jatuh. “Maaf, nggih …!” kata orang itu...
Pertahanan yang Efektif itu Menyerang
“Melihat dan menunggu sekadar untuk bertahan itu kesia-siaan. Pertahanan yang efektif itu adalah menyerang secara terukur untuk jadi pemenang.” -Mas Redjo Strategi menyerang itu diterapkan, karena saya tidak mau menunggu dalam ketidakpastian, apalagi di saat ekonomi sedang lesu dan sulit. Caranya adalah, saya harus berani berubah untuk selalu perbarui...
Menulis Ulang Perjalanan Hidup
“Mengulang-ulang suatu hal yang sama itu kadang menjemukan dan membosankan. Tapi menulis ulang perjalanan hidup itu mencerahkan hati dan hikmat-Nya.” -Mas Redjo… Resep saya untuk melakukan suatu hal yang sama agar tidak bosan itu adalah mudah bersyukur untuk memaknainya. Karena saya masih diberi kesempatan dan dianugerahi hidup ini. Ketika...
Penampilan yang Menipu
Salah mengenali orang itu biasa. Banyak di antara kita yang terperdaya, karena kemiripan wajah seseorang. Gara-gara terlanjur menegur dan sok akrab yang berakibat malu sendiri. Ternyata kita salah mengenali orang! Ada juga orang yang berperangai baik, sopan santun, dan murah hati. Kenyataannya, mereka itu memberi sekadar pamrih. Karena ada...
Berjuang untuk Mewujudkan Kehendak Allah
“Berdoa ikhlas itu tidak meminta, tapi untuk mewujudkan kehendak Allah.” -Mas Redjo … Coba ditelaah, lalu diambil benang merahnya. Doa yang kita mohon pada Allah dibandingkan realita hidup ini. Ibaratnya bagai bumi dan langit. Karena Allah selalu memberi yang terbaik, bahkan melebihi nalar kita. Hikmat Allah luar biasa. Jika...
Potluck Kasih
“Tidak bermaksud memberatkan atau membebani umat, sebaliknya ‘potluck’ itu untuk meringankan umat yang rumahnya digunakan sembayangan Lingkungan.” -Mas Redjo … Ide awalnya ‘potluck’ makanan itu dilemparkan Pengurus Lingkungan untuk meringankan umat yang berketempatan, karena rumahnya digunakan sembayangan. Bersyukur, karena umat merespon baik, bersedia untuk beberes, dan menyiapkan rumahnya untuk...