| Red-Joss.com | Memang benar, ada saja orang-orang yang cenderung membesar-besarkan hal yang negatif, di lingkungan atau dalam diri orang lain. Memang benar, ada saja orang tertentu yang tidak pernah lelah melihat, menemukan, dan membahas kekurangan orang lain. Memang benar, ada saja orang tertentu yang selalu merasakan kekurangan dan memmbanding- mbandingkan, bahwa tidak seberuntung atau…
Kategori: JLITHENG
Terima Kasih Tuhan Untuk Semuanya Ini
| Red-Joss.com | Hari ini kita diajak bersikap waspada dan berjaga-jaga. Seperti halnya berkendara, waspada dan berjaga-jaga itu bertujuan untuk membantu lebih fokus, tidak kehilangan arah dan tersesat dari jalan yang semestinya kita lalui dan arah yang dituju. Kata waspada dan berjaga-jaga sering menimbulkan rasa was-was dan takut. Perasaan seperti itu akan melahirkan perasaan lain,…
Kamu juga Murid-Nya, Bukan?
| Red-Joss.com | Buat apakah seluruh kemenangan, jika harus dilakukan dengan cara menghancurkan, melukai, atau mematikan kehidupan orang lain? Kata-kata bijak ini berasal dari Konfusius yang agaknya terinspirasi oleh cara hidup Yesus yang meraih kemenangan-Nya tidak dengan kekerasan, tapi kerelaan-Nya untuk menderita, wafat dan bangkit, demi keselamatan banyak orang. Mengapa Yesus menempuh cara jalan salib?…
Sejernih Sumber Mata Air
| Red-Joss.com | Orang-orang yang berhasil biasanya adalah orang yang sanggup menyatukan ketiga hal dalam dirinya, yaitu pikiran, kemampuan membahasakannya dalam bentuk ucapan atau tulisan, dan mewujudkannya dalam bentuk tindakan nyata. Pikiran itu bagaikan sumber air jernih yang mengalirkan ucapan dan tindakan yang jernih pula. Kata yang diucap atau ditulis adalah pengucapan pikiran. Kalau pikiran…
’Tityan’ Indah Jiwaku
| Red-Joss.com | “Dari abu akan kembali ke abu,” itulah siklus hidup raga kita. Berbeda dengan siklus jiwa yang tityannya hanya pada kebaikan-kebaikan yang sudah, sedang dan akan kita lakukan. Tentangnya Mother Theresa mengatakan: “Kebaikan yang hari ini kamu lakukan esok lusa mungkin sudah dilupakan orang.” Saya tidak risau, karena kebaikan yang saya lakukan pada…
Momong ‘Nyambi’ Angon
| Red-Joss.com | (1965) Seorang lelaki ‘nyunggi’ anaknya di pundak, sembari menggiring sejumlah kambing piaraannya ke rerumputan sebelah barat desanya. ‘Momong’ (Jawa) dalam terjemahan Bahasa Indonesia berarti mengasuh anak, sedangkan ‘angon’ adalah menggembalakan ternak untuk mencari makan. Hewan yang dimaksud bisa kambing atau itik, maka ada istilah ‘angon wedus’ dan ‘angon bebek’, juga ‘angon sapi’….
Melayani Tulus Hati
| Red-Joss.com | Melayani itu bukan program tetapi gaya hidup yang tidak berambisi menjala kekaguman diri, tetapi jiwa-jiwa. Murid-murid seperti Petrus itu lebih dari hanya pengikut. Bersama teman seangkatan, ia memiliki peran khas sebagai penjala manusia. Bahasa ini adalah metafor, bahasa nelayan. Penjala manusia ini adalah misi seperti misi kedatangan Sang Mesias, Anak Allah yang…







