Jam 12.00 malam, setelah saya selesai menyusun draft syllabus (rpkps), ada rasa lelah yang amat sangat. Saya mempunyai kebiasaan, jika ada rasa lelah (pikiran dan hati) tidak langsung pergi tidur. Tapi menyendiri, entah masuk kamar lain atau berdiri di pojok rumah, seperti yang kulakukan malam ini. Sejak saya kenal lagu: Tuhan Engkaulah Gembalaku, setiap saya…
Kategori: JLITHENG
Berkah Pangestu Untukmu, Nak
Tadi malam saya menerima undangan perkawinan dari kawan lama, begini bunyinya: “Pakde Steven dan keluarga. Kami berdua, Frans dan Lisa, (begitu namanya disebut), mohon ‘donga pangestu’, mengawali perjalanan kami sebagai istri dan suami di era yang penuh dinamika ini.” Paduan kata Pakde dan Steven memang terasa agak kurang nges atau sreg, tapi sebutan Pakde dan…
Pantang Menghakimi
Di salah satu group WA, ada seorang teman mengucap: “Selamat bro, pilihanmu menang.” Jawabku: “Terima kasih, tapi bukan pilihanku.” Mungkin dia mengira itu pilihanku, karena saya tidak pernah ikut ramai bicara: “Curang, tidak jujur, melecehkan demokrasi, dan kata-kata pedas lainnya.” Alasan saya hanya satu, “Saya sudah berjanji pada Selasa sore itu saat salib abu ditorehkan…
Menjadi Pribadi Empatik
Sekitar jam 13.30 siang tadi, sesaat saya membuka gerbang, ada seorang anak muda yang sedang mengamen tepat di sebelah rumah. Saya tidak cepat-cepat menutup gerbang, khawatir mengganggu dia bernyanyi dan…. menunggu, kalau dia mampir dan bernyanyi. Ternyata tidak. Dia terus berlalu sambil menunduk kepala dan senyum. “Ah, pengamen yang empatik,” gumamku dalam hati. Dia mampu…
Berani Sportif itu Hebat
Pernah kalah dalam suatu pertandingan? Volley, bola kaki, atau paduan suara? Yang kalah cenderung lebih ramai, ada yang tak habis upaya untuk menutupi, bahwa kalahnya itu tidak wajar, direkayasa, dan sebagainya. Walau akhirnya, ya, tetap kalah, karena memang beda kelas. Kalau fakta beda kelas itu diterima sebagai dasarnya, hati pasti damai. Begitulah pasukan Festival Paduan…
Tetap Senang, walau Tak Gemilang
“Jangan merasa bersalah jika tidak tampil gemilang.” Sebab Fespas, Festival Paduan Suara ulang tahun Sanberna ke 34 itu wujud, bahwa kita tidak ingin menyia-nyiakan karunia yang kita terima, yakni suara yang mungkin tak seberapa dalam ukuran manusia. “Kami bernyanyi, memuji, dan bersaksi, bahwa Allah itu baik. Dia baik terhadap mereka yang mengandalkan hidupnya pada Tuhan…
Jangan Menjauh Dariku
Sebenarnya refleksi ini tentang hal yang umum, yang acap terjadi saat ini. Ibu dan Ayah yang lanjut usia tidak semua dapat mandiri. Ada di antaranya yang butuh bantuan anak untuk merawatnya. Karaktetistik zaman ini ditandai dengan serba cepat, bergegas dan bisa mandiri. Sibuk. Belum lagi dengan keruwetan kerja, mengurus anak, urus ini dan itu, secara…







