Jika cinta sejati itu diumpamakan perjalanan, sejauh apa pun, ia akan terus berjalan tanpa mengenal lelah menuju rumah-Nya, yakni hati setiap orang, membawa segala ketulusan tanpa pernah berhitung. Karena cinta sejati itu akan selalu memberi hingga akhir waktu. Semoga hati ini sudah makin pantas sebagai palungan atau rumah untuk Yang Maha Sejati. Sambil terus bersujud…
Kategori: JLITHENG
Menulis dalam Hati Sesama
Saya percaya, bahwa tulisan yang baik adalah tulisan yang tercurah dari hati, yang menjadikan kata-kata yang dirangkai itu jadi susunan ajaib yang bisa menyentuh hati orang lain. Sehingga menulis sesuatu yang bernilai baik, walau tidak setiap hari itu jauh lebih penting dari sekadar memproduksi tulisan setiap hari. “Good writing is something that speaks from the…
Doa Meluluhkan Hati yang Beku
Hari masih pagi, tapi jalanan amat macet. Ternyata, karena ada perseteruan hebat antar kedua pengendara sepeda motor. Dari beberapa orang yang ada disitu mendapat info, bahwa perseteruan dimulai, karena salah satu pengendara sepeda motor tanpa sengaja menyenggol pengendara yang lain. Mereka saling beradu argumen dan saling membenarkan diri, namun yang paling mengejutkan adalah terlihat kalung…
Daya Apresiasi itu Abadi
Tulisan ini adalah wujud apresiasi untuk Korwil kami yang menggantikan dan yang digantikan. Ternyata, Korwil bersama Kaling telah memikul tugas pelayanan untuk lebih dari 800 jiwa umat. Membantu umat makin menguduskan diri, termasuk dirinya. Apresiasiku tulus, otentik tanpa kosmetik segaris pun, mengingat tanggung jawab seberat itu dipikul bersamaan tugas mereka sebagai kepala keluarga. Bagaimana? Apresiasi…
Jadilah Diri Sendiri
“Adik Jlitheng Ireng” itu sapaan (nackname) saya sejak dilahirkan. Kakak saya menyapa saya seperti itu. Saya terlahir dengan warna kulit ‘dark-brown’, coklat gelap. Kakak saya dipanggil ‘sinyo’ oleh orang desa. Karena kulitnya bersih, putih dan gemuk. Pokoke ‘ngangeni’. Santun dan bahasa Kromo Inggilnya tidak lekang oleh waktu. Watak saya lebih terbuka, agak keras, sehingga yang…
Lansia Schola
| Red-Joss.com | Isinya memang mengenang lansia sekolah ala ‘schola’ zaman Yunani Kuno. Tak ingat persis kapan dan siapa inisiatornya. Setiap Sabtu pagi ada sekelompok lansia dengan aneka karya: bakul cwi-mie, pensiunan guru, pensiunan kompas, pegawai… duduk di bawah atap gazebo sederhana, di depan Gereja tua… bertanya jawab tentang aneka hal… dan… saya sempat bergabung…
Berkelas makin Dekat Tuhan
Orang-orang berkelas lebih suka mendengarkan dengan seksama daripada terburu-buru mengutarakan pendapat mereka sendiri. Usia tua juga tidak selalu tampil berkelas. Saya mempunyai 4 teman, seusia 73, mereka sungguh berkelas. Saya mengenal mereka dengan sangat baik. Kini mereka masih tegak kokoh melayani umat. Kami dekat, karena pernah bertugas merakit kendaraan baru untuk melayani keluarga, namanya SKK…







