Tèngoklah ke dalam hati, maka kau ‘kan mengerti. Hanya dia yang pernah menderita dapat dikatakan yang empunya ‘empati’. Sebab dia mengerti, bahwa apa yang kini sedang terjadi pada orang lain pernah terjadi dan dirasakannya. Orang yang seperti itu akan selalu ‘tèngok ke dalam’ sebelum bicara dan lebih ingin menghargai keberadaan dan hak orang lain dalam…
Kategori: JLITHENG
Mengubah Narasi Hidup
Berkaca dari sikap Yesus di Kana, peziarahan hidup kita harus berubah. Berhenti mengejar sensasi, kita mulai fokus pada kehendak Ilahi. Narasi diri itu harus diliput dengan kerendahan hati, bukan eksploitasi. Salam sehat. Jliteng
Bertransformasi dari Dingin ke Harmoni!
Masih tentang pesta nikah di Kana. Relasi air dan anggur dalam pesta itu melukiskan relasi kehidupan iman dan rohani kita dalam hidup bersama, baik di rumah maupun di lingkungan. Namun tidak jarang dalam kebersamaan itu sering kita mengalami relasi yang dingin bahkan hambar dengan sesama. Surutnya rasa peka menghambarkan kehangatan relasi hidup bersama. Iman yang…
Menggiring Tuhan… No!
Belajar dari sikap Maria di pesta Kana: “Ojo kumudu-kudu, serba terburu, memaksakan agar orang lain berbuat, nggak sabaran.” “WaktuKu belum tiba, Ibu!” Alias semua dalam rencana Tuhan, bukan kehendak kita. Jangan menggiring Tuhan untuk mengikuti rencana kita, tapi sebaliknya, kita serahkan diri ini untuk dibimbing oleh rencana-Nya. Apa yang kau alami kiniMungkin belum kau mengertiSatu…
RIP, Ungkapan Iman dan Harapan
Ini cerita lama. Ketika doa memperingati 40 hari meninggalnya seorang warga lingkungan selesai, kami sejenak tinggal untuk santap suguhan yang dihidangkan keluarga. Tiba-tiba di salah satu pojok ramai oleh suara 3 pemuda. Seorang dari Medan, Jakarta, dan seorang pendatang baru dari Pakem, Kaliurang, DIY. Rupanya mereka sedang berdebat tentang arti RIP. Yang dari Medan dengan…
Menata Keiklasan
Jika Anda sedang merasa diri yang paling lelah, karena merasa yang paling banyak mengabdi, sebaiknya beristirahatlah. Karena kenyataannya di kehidupan bersama ini, kita bukanlah satu-satunya yang lelah. Masih banyak orang yang lebih lelah, hanya mereka lebih suka diam. Semua orang berbakti dengan caranya masing-masing, bukan perihal siapa yang lebih baik, dalam merawat kehidupan bersama kita….
Dengarlah Heningnya Hati!
Bersama berziarah penuh sesalBerharap Tuhan ‘kan mengawalHingga porta Surga membukaMenanti hamba-hamba hina Lembut hati dalam kebenaranBukan hamba yang penuh dustaHanya Tuhan Maha AmpunanMenanti domba tak sesat jalan Di milyaran orang yang berziarahAllah ingat hamba nan pasrahMenekuni jejak – tapak IlahiMenuju porta kasih hakiki. Salam sehat. … Jlitheng







