Jumat Pertama, Hari Devosi Cinta
Sering terucap, kalau ingin masuk Surga mulailah dari rumah. Kalau kita dianugerahi perkawinan bahagia, keluarga harmonis, sebenarnya kita sudah ‘masuk Surga’. Kalau dalam keluarga kita, yang terjadi adalah sebaliknya, kita sudah ‘masuk Neraka’. Pada bulan Februari yang di seantero dunia dirayakan sebagai bulan cinta ini, kita mau bersyukur bersama...
Mungkin Pipi ini Memang Pantas Ditampar!
Sabda Tuhan: “Jika seseorang menampar pipi kananmu, berikan juga pipi kirimu” yang kudengar dulu, saat aku kecil, melekat sangat dalam dan sering hadir sepanjang hidupku. Ibarat kompas dan pelita setiap kali ada perilaku orang lain yang merendahkan atau mengeksploitasi kuasanya, berlaku tidak adil lewat orang lain. Saya bersaksi, bahwa:...
Memahami Hikmat
Bagi orang yang percaya, setiap kejadian itu bukan kebetulan. Melainkan ada pesan yang terkandung, dan pesan itu berasal dari yang berkuasa atas kejadian itu, yakni Pencipta Semesta. Kejadian sejatinya ‘wadah’ yang dipakai Penguasa Semesta ini kepada manusia, tiap pribadi yang mengalami kejadian itu. Ada yang biasa, luar biasa, dan...
Manusia adalah Manusia. Siapa dan apa pun Warnanya
Sebaik apa pun dia, adakalanya menyakiti. Sesempurna apa pun dia, adakalanya mengecewakan. Sama seperti kita yang tidak sempurna, begitu pula orang lain. Yang membedakan hanyalah ada yang lebih peduli, ada yang lebih mau mengerti dan ada yang lebih tergerak ingin berbagi. Maka janganlah berharap terlalu banyak dari yang bisa...
Beginilah Saudaraku
Ada banyak ungkapan yang indah-indah untuk melukiskan sosok saudara sejati. Misalnya: “Saudara itu kedekatannya melebihi kedekatan mata dan tangan. Jika mata menangis, maka tangan tidak hanya mengusap. Jika tangan terluka, bukan hanya mata menangis, melainkan hati pun sedih. Ada satu hal inti yang saya alami dalam persaudaraan yakni ‘ora...
Peduli yang Berpahala
Setiap pagi, jam 06.30, Pak Mar memungut plastik sampah yang tergantung di pagar depan rumah dengan gerobak yang nampak tua, setua pemiliknya. Awalnya bukan pilihan, tapi satu-satunya peluang yang bisa dia lakukan, setelah dihentikan sebagai petugas jaga malam dengan alasan mata tidak bisa melihat jelas. Sambil ‘ngulungke’ amplop bulanan...
Bocor seperti Atap
Seperti atap yang selalu bocor, godaan untuk menghapus jejak diri itu terus datang tiap hari. Tapi itu dulu, ketika masih muda. Misalnya, “Tinggal di mana?” Dijawab, “Dekat Bintaro.” Padahal Ciledug. Tidak sedikit yang merasa takut jadi diri sendiri, karena merasa tidak kerèn, tidak sekelas orang lain. Maka yang tampil...
Layak di Hadapan Tuhan
Jam 03.00 bangun. Doaku: “Tuhan Yesus, Bunda Maria, dan Bapa Yosef, jadikanlah hidupku hari ini makin layak di hadapan-Mu.” Artinya adalah jadi makin asli, bebas dari yang dapat membuat cemar dan tidak murni; seperti beningnya air gunung. Ketika saya merenung tentang kemurnian hati, hari ini saya ingin jadi seorang...
The Power of Words
Seperti melambaikan tongkat sihir, “Kata-kata memiliki energi dan kekuatan untuk membentuk sebuah kenyataan. Kata-kata itu mampu menginspirasi, memotivasi, menghibur, menolong, dan menyembuhkan. Tapi dapat juga menghalangi, menyakiti hati, melukai, mencelakai, mempermalukan, dan merendahkan.” Kata-kata itu dapat membangun dan merekatkan hubungan, tapi dapat juga menghancurkannya. Bagaimana agar the power of...
Ku Mau Ikut Yesus Selamanya
Yesus hari ini menyatakan Diri sebagai Mesias yang ter-urapi untuk menyampaikan kabar baik bagi orang miskin. Menurut Lukas yang miskin adalah yang menderita kekurangan, terutama material yang tanpa disadari sering menyebabkan kemelaratan batin. Pemberitaan Kabar baik diwujudkan dalam tiga tindakan:(1) Membebaskan para tawanan, sehingga jadi orang bebas, artinya membuat...
Sapaan itu bukan Sapaan Biasa
John. T namanya, seorang Pastor dari Makasar dalam satu WAG, mengatakan: “Ketika umat menyapa saya, Pastor, entah tambah nama atau tidak, tapi itu menyegarkan identitasku untuk berperilaku sesuai dengan sapaan umat itu.” “Dalam sapaan itu ada misi kehidupan yang perlu saya wujudkan secara terus menerus sebagai pemberita kebenaran. Lewat...
Gembala itu Inspirasi.
Agar dapat menjalani tugas sebagai editor buku tulisan “Kepala Sinode Gereja-gereja Pentakosta Indonesia,” saya dipertemukan dengan beliau untuk mendapatkan ‘insight’ dari tulisan itu. Salah satu ‘insight’-nya, yakni tentang Gembala dan perannya. Gembala itu harus menginspirasi Jemaatnya, dimulai dari dirinya sendiri. Gembala harus selalu ‘Duc In Altum’ lewat doa hariannya...
Jangan Lupa Kulitmu!
“Pak, kalau ada orang yang tidak pernah menderita, hidupnya berlimpah, tapi enggan jadi bagian dari solusi, ketika saudaranya mengalami kesulitan. Gimana itu, ya …?” “Kalau aku, sih, terus terang muangkel banget,… Pak. Terbersit tanya di hati ini, mengapa begitu, Tuhan?” lanjutnya. Sikap yang begini ini ibarat kacang lupa kulitnya....
Duc In Altum!
Tèngoklah ke dalam hati, maka kau ‘kan mengerti. Hanya dia yang pernah menderita dapat dikatakan yang empunya ‘empati’. Sebab dia mengerti, bahwa apa yang kini sedang terjadi pada orang lain pernah terjadi dan dirasakannya. Orang yang seperti itu akan selalu ‘tèngok ke dalam’ sebelum bicara dan lebih ingin menghargai...
Mengubah Narasi Hidup
Berkaca dari sikap Yesus di Kana, peziarahan hidup kita harus berubah. Berhenti mengejar sensasi, kita mulai fokus pada kehendak Ilahi. Narasi diri itu harus diliput dengan kerendahan hati, bukan eksploitasi. Salam sehat. Jliteng...