Cinta terbesar adalah tindakan penyerahan diri yang utuh bagi kehidupan orang lain. Kasih ini terwujud dalam dua momen sakral yang saling terkait yakni Natal dan Paskah Dari palungan hingga salib itu terpancar satu makna abadi: “Cinta terbesar bukan tentang memiliki, melainkan tentang kerelaan total untuk memberikan diri seutuhnya bagi kebaikan sesama.” Dua peristiwa suci itu,…
Kategori: JLITHENG
Kejujuran Radikal
Sambil berjalan balik ke kampus, sahabatku bertanya, “Bagaimana tangannya, Pak?” Jujur, saya mencoba untuk dapat terus bertahan, tapi kadang rasa ngilu itu melampaui dayaku. Saat itu terjadi, saya mengeluhnya pada Tuhan. Pada-Nya saya tidak berpura-pura kuat, sebab di hadapan-Nya saya hanya manusia biasa yang rapuh, dan Tuhan paham itu. Jadi, mengeluh pada Tuhan itu boleh, ya,…
Memaafkan adalah Puncak Iman
Di mana-mana, sesaat sebelum “O Holy Night” digemakan, rekonsiliasi dengan Hyang Suci diserukan. Memaafkan sesama adalah ‘porta sancta’ dari Surga. Puncak kekuatan iman adalah memaafkan sebagai wujud nyata cinta. Hati yang benar-benar kuat adalah hati yang tetap rela memaafkan sesama, bahkan ketika ia menyadari penuh, bahwa orang yang dimaafkan itu mungkin akan mengulangi kesalahannya lagi…
Rindu Sang Juru Selamat
Di tengah hiruk pikuk dunia, kita sering merasa harus kuat sendirian, seolah ketangguhan adalah segalanya. Namun, lihatlah pohon paling kokoh di hutan sana. Ia menjulang tinggi, menantang angin, tapi ia tahu satu kebenaran mutlak: akarnya butuh bumi untuk berpijak. Tanpa bumi yang memberinya nutrisi, tanpa tanah yang memeluknya erat, pohon itu hanyalah kayu mati yang…
Memaknai Waktu
Untuk partner hidupku dan sahabat-sahabat yang berulang tahun hari ini. Dengan ulang tahun, usia pasti makin senja. Di usia senja, saat tirai kehidupan perlahan menutup, jangan biarkan waktu berlalu tanpa makna. Dengan iman yang hidup dan harapan yang tetap bernyala, kita pilih untuk lebih terpesona pada keindahan yang nyata, yang ada tepat di hadapan kita!…
Tuntunan Sang Guru Agung
Beruntung sekali kita ini ya, hidup dengan tuntunan agama yang menekankan sikap asih, kelembutan, dan kesantunan. Betapa tidak! Jika kita tengok di jagad medsos, seolah tidak ada hentinya dan entek amek kurang golek dalam istilah Jawa. Tiap hari seperti tidak lelah dengan serang menyerang kata nyinyir dan fitnah, menambah derita dan sengsara, dengan melakukan permusuhan…
Tak Ada Jalan Lain
Hidup beriman itu harus berbuah. Kita menghidupinya dengan karya dan pelayanan nyata, hingga Allah yang tidak nampak itu dapat dirasakann kehadiran-Nya oleh sesama kita sebagai Allah yang peduli. Karena itu karya atau pelayanan kita harus nyata, tidak ada cara lain dan tidak meragukan. Patokanya adalah: N – sesuatu yang ber-‘Nilai*.Y – yang membuat orang ‘Yakin’.A…







