Oleh : Jlitheng | Red-Joss.com | Menyimpulkan ala ‘bakul sinambi wara’. Selain salah bisa menjadi fitnah. Si A berjumpa B di BXC. “Lho, tadi ke gereja mana?” tanya A. “Di Sana. Loe?” jawab B. “Saya tadi di Sono, jarang di gereja sendiri. Khotbahnya garing,” kata A. “Pantesan saya sering melihat C di …, bosen katanya,”…
Kategori: JLITHENG
Sujud Diri di Hadirat Ilahi
Oleh : Jlitheng | Red-Joss.com | Namanya ibu LP. Lembut hati dan pemurah. “Leres bu”, kataku atas respon Bu LP, bahwa “Ziarah” (juga yang domestik) adalah ungkapan sujud diri dihadirat Illahi. Sujud diri itu senada makna dengan merendahkan diri (Galatia 2, 20), yakni menyadari, bahwa hidup saat ini bukan lagi kita sendiri yang berkuasa melainkan…
Gandum dan Ilalang
Oleh : Jlitheng Ada yg menarik dari homili kemarin sore: ‘gandum dan ilalang’ sebagai gambaran fakta tarik menarik abadi antara ‘kuasa baik dan jahat’ dalam hidup setiap orang, tanpa kecuali. Penentuan akan terlihat kelak, kalau orang itu mati. Apakah gandumnya berbuah atau ilalang yang jaya. Hari yang sama kita rayakan pesta Maria Magdalena. Dia dikisahkan…
Momong
Oleh : Jlitheng | Red-Joss.com | Arti momong di KBBI adalah: mengasuh (anak). Contoh: seharian Simbok tinggal di rumah untuk… mengasuh kami, anak-anaknya. Sebelum simbok akan pergi ‘nyinom’ (membantu saudara punya hajat) seharian, dia melakukan delegation of authority ke kakak (6 tahun) dan saya ( 4 tahun) untuk momong adik yang usianya belum genap 2…
Pribadi yang Bahagia
Oleh : Jlitheng | Red-Joss.com | Ketika ada teman yang mendoakan kami, “Semoga Bapak dan keluarga bahagia.” Saya juga membalas hal yang sama agar paling tidak doa orang itu mulai terkabul, sebab umumnya pribadi bahagia tandanya seperti ini: Tiba-tiba saya ingat cerita A de Mello: seekor ular berbisa jatuh ke dalam kolam dan berusaha ke…
Teladan Orangtua yang Bijak
Oleh : Jlitheng | Red-Joss.com | Seorang anak cowok, anak seorang petani menangis, ketika berjumpa Ayahnya yang baru pulang dari ladang. “Aku diejek teman kelasku, anak orang kaya,” kata anak itu mengadu. “Apa katanya, Nak?” kata Ayahnya sambil menyeruput kopi hangat seduhan istrinya. “Miskin, item, baju itu-itu saja.” “Ah … itu to,” kata Ayahnya sambil…
Orang Menderita, karena Tidak Dicintai.
Oleh : Jlitheng “Benar manusia mati pada saat jantung berhenti. Akan tetapi sebenarnya manusia itu telah mati ketika tidak ada lagi yang mengingatnya dan mencintainya, bahkan saat jantungnya masih berdetak.” Pikiran ini muncul setelah kulihat foto ‘kaki istriku dibasuh’ seorang Ibu dari Lingkungan lain, pada acara rekoleksi di Rawa Seneng, dalam rangkaian ‘Spiritual Jeourney’ pekan…







