“Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya” (Yoh 14: 16).
Jika kita pernah jatuh cinta dan cinta itu bersambut, kita akan menyadari setidaknya dua hal: keinginan untuk selalu bersama dan kerinduan untuk saling membahagiakan. Apabila cinta itu tulus, akan muncul pula kerinduan untuk makin mengenal dan bertumbuh bersama.
Pada malam Perjamuan Terakhir, Tuhan Yesus menyatakan kasih-Nya kepada umat manusia. Ia membuka hati-Nya dan mengundang setiap pribadi untuk membalas kasih-Nya. Bagi mereka yang dengan tulus menjawab kasih itu, Tuhan Yesus menyebutnya sebagai orang yang menuruti perintah-perintah-Nya. Kepada pribadi yang demikian, Tuhan Yesus menjanjikan seorang Penolong, yaitu Roh Kebenaran. Roh inilah yang membimbing dan menuntun kita kepada kebahagiaan sejati, karena melalui bimbingan-Nya, kita makin mengenal dan mengasihi Dia yang lebih dahulu mengasihi kita.
Panggilan kasih Tuhan itu bukan sesuatu yang membingungkan, melainkan untuk ditanggapi agar kita hidup dalam kasih-Nya.
Marilah kita memohon rahmat dan bimbingan Roh Kudus agar kita mampu menyambut kasih Tuhan dengan hati yang tulus dan mewujudkannya dalam kasih kepada Allah dan sesama.
Rm. Timothy, CSE
Minggu, 10 Mei 2026
Kis 8: 5-8.14-17 Mzm 66: 1-7.16.20; 1 Ptr 3: 15-18 Yoh 14: 15-21
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

