“Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu” (2 Tim 1: 6).
Pernahkah kita merasakan semangat pelayanan yang dahulu berkobar-kobar kini perlahan meredup? Kelelahan, kejenuhan dalam rutinitas, konflik, atau rasa takut dapat membuat kita ingin berhenti.
Sering kali yang memadamkan semangat pelayanan adalah rasa takut: lelah, tidak dihargai, atau takut menghadapi keterbatasan diri. Tapi Paulus menegaskan, bahwa ketakutan bukan berasal dari Tuhan. Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih, dan ketertiban (2 Tim 1: 7). Tuhan menganugerahkan kekuatan agar kita mampu bertahan, bukan dengan mengandalkan kemampuan manusia yang terbatas, melainkan oleh pertolongan-Nya.
Pelayanan sejati lahir dari kasih kepada Kristus. Roh Kudus memampukan kita untuk memiliki penguasaan diri dan tetap bertekun. Akan tetapi, karunia itu bagaikan api; jika tidak dijaga, dapat meredup. Karena itu, karunia Allah perlu dirawat melalui doa, ketaatan, dan ketekunan. Percayalah, semangat kita mungkin melemah, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Kiranya Ia terus mengobarkan kembali hati kita, sehingga kita tetap setia melayani hingga akhir.
Herlin
Rabu, 03 Juni 2026
2 Tim 1: 1-3.6-12 Mzm 123:1-2 Mrk 12: 18-27
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

