“Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya” (Yoh 12: 47b).
Ada seorang pemuda yang selalu merasa dirinya benar dan menganggap dirinya sempurna. Tapi kenyataannya ia gemar mencari-cari kesalahan orang lain, mencampuri urusan pribadi, dan mudah menghakimi. Tanpa disadarinya, ia hidup di hadirat kesalahan orang lain dan bahkan mungkin dosa-dosa orang lain, bukan hidup di hadirat Allah.
Sikap ini bertentangan dengan teladan Yesus yang tidak pernah menghakimi; bahkan para pendosa ingin diselamatkan-Nya. Karena itu, kita diajak meneladani Yesus. Ketika melihat teman, saudara, atau orang di sekitar melakukan kesalahan dan jatuh dalam kelemahannya, kita memberi nasihat yang baik, mendoakan, dan menuntun mereka ke jalan yang benar, bukan menjadikannya bahan gosip atau kesempatan untuk menjatuhkan.
Kita membutuhkan rahmat Tuhan, sebagaimana Santa Katarina dari Siena yang dipenuhi cinta Ilahi. Semoga cinta yang sama menggerakkan kita untuk berbuat baik, saling mengasihi, menasihati, dan menolong mereka yang jatuh.
Ingatlah, kita bukan hakim; segala kebaikan berasal dari Tuhan, dan tanpa-Nya kita dapat jatuh dalam dosa, bahkan mungkin yang lebih besar.
Sr. Anselma, P. Karm
Rabu, 29 April 2026
Kis 12: 24-13: 5 Mzm 67: 2-3.5-6.8 Yoh 12: 44-50
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

