“Karena mereka tidak menemukan Dia, kembalilah mereka ke Yerusalem sambil terus mencari Dia” (Luk 2: 45).
Ayat ini mengingatkan kita, bahwa dalam perjalanan iman, terkadang kita merasa kehilangan Tuhan. Kita mencarinya dalam doa, pelayanan, atau kehidupan sehari-hari, tapi Ia sering hadir di ruang yang lebih dalam: dalam keheningan, Sabda, dan perjumpaan dengan kebenaran. Seperti Maria dan Yusuf, kita dipanggil untuk terus mencari, meski hati ini cemas dan penuh pertanyaan.
Yesus menunjukkan, bahwa hidup kita memiliki tujuan Ilahi, yakni ‘menjalani kehendak Bapa’, tapi tidak meninggalkan keseharian. Kesetiaan kepada Allah berjalan seiring kerendahan hati dan ketaatan dalam hidup sehari-hari.
Panggilan rohani terbesar itu sering hadir dalam hal-hal sederhana: doa yang tekun, pelayanan yang tulus, dan hati yang tak berhenti mencari Tuhan. Tuhan selalu membimbing kita untuk memahami kehendak-Nya.
Semoga hati kita, seperti hati Bunda Maria yang mampu menyimpan segala perkara itu dan merenungkannya dengan setia. Amin.
Fr. Krissantus de Jesu, CSE
Sabtu, 13 Juni 2026
Pw Hati Tak Bernoda SP Maria
Yes 61: 9-11 MT 1 Sam 2: 1.4-8 Luk 2: 41-51
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

