Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Cita-citamu yang tinggi memang tidak selalu membuat Anda bisa meraih bintang, tapi yang jelas Anda tidak akan tenggelam dalam lumpur.”
(Leo Burnett)
Filosofi, Spiritualitas, dan Mentalitas
Di balik sebutir asa, saya persembahkan tulisan refleksi ini bagi para kawula muda bangsa Indonesia.
- Mengapa justru Elang Rajawali?
Para Kawula muda, di atas langit Nusantara, tidak ada burung yang berani terbang setinggi Elang Rajawali. Uniknya, ia justru berani terbang sendirian, dan tidak bergerombol. Kala ia muncul, semua mata akan menatap tajam pada ayunan kedua kepak sayapnya.
Para Kawula muda, inilah selembar pesan paling bermakna buatmu, “Ayo, sejak saat ini, beranilah untuk terbang sendiri. Belajarlah untuk bertanggung jawab. Ingatlah, bahwa hari ini, semesta raya telah menjadi Guru Agung buatmu, sang Elang Rajawali itu!”
- Mentalitas Elang Rajawali lewat Empat (4) Pelajaran Berharga agar Kalian sanggup Bertahan dan akan Menang
Keempat Sifat Elang Rajawali yang boleh Kalian Petik
- a. Selalu Terbang Tinggi: Elang tidak butuh seorang teman, ia justru nyaman, jika sendiri (Dia mempunyai sikap dan pendirian teguh).
- b. Matanya sangat Tajam: Bahkan dalam jarak 3 km, dia sanggup memantau tikus di balik semak (Hendaknya kalian sudi membuka mata dan hati ini demi sanggup menemukan misteri hidupmu).
- 3. Ia tidak Memakan Bangkai: Ia tidak sudi menyantap sesuatu yang busuk dan yang tersisa (Hindarilah sebuah jalan pintas dan berusahalah sendiri).
- 4. Badai adalah Arena Bermain: Kala dihadang badai, ia berani menghadang dan bahkan rela berselancar bersamanya. Ia tidak bersembunyi di balik celah-celah batu gunung (ia sangat berani untuk bersikap).
Para Kawula Muda, inilah Spiritualitas Elang Rajawali
Elang Rajawali itu diam, bersabar, dan senantiasa bersikap tepat sasaran. Bahkan dia sanggup bertengger hingga berjam-jam. Tapi mata tajamnya cerdas mengamati. Bila tiba momentumnya, ia segera menukik tajam dan menghujami bumi.
Bagaimanakah dengan kalian? Sanggupkah kalian untuk bersabar, agar tidak menghamburkan energi dasyatmu?
Maka, lewat spiritualitas Elang Rajawali, semoga kalian belajar untuk mengokohkan kepak sayap cita-citamu dan bahkan terbanglah, kala tiba saat yang tepat!
Amanat Paling Agung buatmu!
Pada usia 40 tahun, paruh Elang Rajawali ity akan membengkok, cakar-cakar tajamnya akan menumpuk, dan bulu-bulu lebatnya pun kian memberatkannya. Jadi, di dalam sikon yang paling ekstrem serta genting ini, Elang Rajawali hanya mempunyai dua buah opsi!
“Mati ataukah siap untuk bertransformasi!”
Maka, di atas puncak gunung yang paling tinggi, suasana dingin dan hening:
- (1) Elang Rajawali pun menghajar paruhnya ke tebing batu hingga copot.
- (2) Ia pun sibuk mencabut bulu-bulunya satu demi satu, dan proses itu akan berlangsung dalam tempo 5 bulan dengan penderitaan dan berdarah-darah.
- (3) Setelah melewati proses penggodokan diri itu, Elang Rajawali itu pun “telah terlahir kembali.” Bahkan ia bisa terbang lagi selama 30 tahun berikutnya.
Para Kawula Muda, inilah Amanat Agung buatmu!
Di dalam hidupmu akan ada masa-masa yang paling sulit untuk berjuang demi “menata dan meraih manusia baru.”
Refleksi
- Maka, jadilah Elang Rajawali dan bukan sekadar seekor bebek!
- Bebek itu binatang yang kotor, berisik, dan tidak sanggup untuk terbang tinggi.
- Nah, sadarilah, bahwa bangsa kita ini tidak kekurangan kaum intelektual, tapi kita justru ketiadaan figur-figur yang memiliki mentalitas dan spiritualitas Elang Rajawali.
“Vivere Militare est”
“Hidup adalah Perjuangan”
(Seneca)
Kediri, 25 April 2026

