Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Anda tidak dapat mengubah masa lalu, tapi dapat menghancurkan masa kini yang sempurna, karena mengkhawatirkan masa depan.”
(Decision)
“Keluh Kesah,” adalah sebuah ungkapan perasaan atau emosi negatif, berupa rasa tidak puas, sedih, atau pun frustrasi tentang sesuatu. Mirisnya, karena keluh kesah itu sudah sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia.
Sederetan Keluh Kesah
“Saya sungguh kesal kepada tetangga kami, karena suaranya yang selalu keras di setiap saat.”
“Kebijakan tentang pajak yang diterapkan di negeri kita ini, ibaratnya sebuah neraka bagi kita warga miskin.”
“Sungguh hancur hati kami, ketika melihat penderitaan lahir batin dari tetangga kami.”
Anda dan saya, juga tidaklah luput dari kebiasaan untuk turut berkeluh berkesah. Atau kita sudah sangat sering mendengar aneka keluh kesah dari sesama manusia, bukan? Bahkan boleh dikatakan, bahwa ‘keluh kesah itu bagai sebuah lagu lama atau sahabat karib’ yang setiap saat dapat mendatangi dan bahkan merangkul kecemasan hidup kita.
Makna Filosofis dari Keluh Kesah
Secara filosofis, sebuah keluh kesah yang terkesan bagaikan polusi yang terlempar ke udara, dan boleh dianggap sebagai sampah hidup. Atau boleh juga dianggap sebagai sebuah lontaran positif yang adalah sebuah ekspresi dari kejujuran dan kesadaran diri Anda. Di balik ekspresi berkeluh kesah itu, terkandung juga makna filosofisnya. Antara lain:
- Sebagai sebuah refleksi atau introspeksi diri.
- Sebagai sebuah cara, bagaimana Anda melepaskan emosi negatif dalam diri Anda.
- Sebagai sebuah panggilan demi menemukan solusi yang tepat menuju suatu perubahan.
Nilai Postif dari sebuah Keluh Kesah
Apakah Kaitan antara ‘Keluh Kesah sebagai Sarana Membangun Motivasi Hidup dengan Keluh Kesah sebagai Luapan Emosi Negatif?
Sejujurnya, jika kita sungguh mau merefleksikan secara serius dan mendalam, ternyata ‘keluh kesah’ itu mengandung unsur-unsur positif untuk membangun kehidupan ini. Karena:
- Keluh kesah itu sebagai sebuah cara mengidentifikasi masalah dan kebutuhan hidup manusia.
- Keluh kesah itu dapat membangkitkan emosi dan energi untuk suatu perubahan hidup.
- Keluh kesah itu sebagai motivasi untuk mencari solusi dan mengambil sebuah tindakan nyata.
Jadi, dalam konteks ini, ‘keluh kesah’ itu adalah ‘bahan bakar’ untuk suatu perubahan dan pertumbuhan hidup manusia.
Refleksi
Jika Anda sungguh mau menyadari, bahwa hidup ini adalah suatu perjuangan, maka keluh kesah manusia itu adalah sebuah cara, bagaimana Anda telah berjuang!
“Salah sebuah rahasia sukses adalah jadilah solusi dan bukan problem!”
(Shiv Khera)
Kediri, 12 Maret 2026

