1.
Senja Merah Hitam di Khatulistiwa
Bergema adzan magrib akhiri hari
Senja bersujud di sajadah samudra
Matanya kelilipan merah padam
Mulutnya bergetar lafalkan doa
bagi lara nestapa pewaris negeri Khatulistiwa
Dari Sabang sampai Merauke
Bagi generasi penerus di Tanah Rencong Aceh
bagi anak negeri pewaris Dayak di Kalimantan
bagi putra-putri Fajar di Tanah Papua Bumi Kasuari
Merah hitam nasib pewaris Dayak, Aceh dan Papua
air mata menjelma jadi darah
harkat martabat sirna hitam pekat
Merana di tanah warisan leluhur
nasib galau di dada tumpah darah
Seperti tarian sayap patah Burung Enggang, Cendrawasih dan Kasuari
di antara reruntuhan hutan alam gundul berkubang
yang terus menjelma jadi jutaan hektar lahan sawit
dan aneka lubang kerakusan tambang di Sumatera, Kalimantan dan Papua
Perjuangan dengan semangat merah menyala
Ritual doa dan pekik heroik
dari kampung adat hingga kantor pemerintah
dari hutan dan perkebunan hingga gedung perusahaan
Namun…
jawaban kelabu menjelma hitam pekat
Lantaran kata tak sesuai fakta
dan harapan terus merana sirna
Seperti wajah senja merah hitam
Terkulai di bibir magrib memasuki gulita malam
Terus terjadi dan diam dibungkam
2.
Kepadamu Sang Pemimpin NKRI
Suara rakyat yang tak bersuara
adalah ayat-ayat sakral yang bergelora seperti samudra
Lara derita air mata dan darah rakyat
adalah mantra sakral yang membubung menikam angkasa
Doa dan mantra itu juga diarahkan
untuk Sang Pemimpin Bangsa tercinta
untuk Presiden NKRI yang terhormat
Semoga goresan surat gaib ini
segera membuka tembok yang menyumbat telingamu Sang Pemimpin bangsa
Semoga ayat metafisik ini
mampu merobek tabir hitam
yang menutup mata nurani jiwamu Presiden terhormat
Semoga goresan penyambung lara derita bangsa ini
dibawa angin semesta dan masuk dalam nafas kemanusiaanmu
wahai Putra Patriot bangsa
Sehingga…
fakta negeri dilihat dengan terang nyata
Suara rintihan bangsa dan jeritan harapan rakyat dapat didengar jelas
Ada keyakinan dan rindu damba
bahwa doa dan sumpah jabatanmu masih dipegang teguh
karena Sang Ilahi Maha Melihat dan Maha Mendengar
Sehingga
Kebenaran nasih lara nestapa yang mendera bangsa bisa disadari sungguh
Lalu
Segera terlahir kewarasan nalar dan kejernihan pikiran
Lalu
tergerak hati nuranimu
dan tersentuh jiwa sanubari pribadimu
sebagai manusia luhur dan Presiden NKRI
yang dipilih dan dipercaya rakyat bangsa ini
Serpihan doa dan puing harapan rakyat ini
Meyakini kebenaran kata janji dan sumpah pribadimu
Semoga patriotismemu segera dinyatakan
Kemanusiaan rakyat harus diutamakan
Harkat martabat bangsa harus diselamatkan
Kebijaksanaan dan keadilan mutlak diwujudkan
dalam tindakan nyata dan keputusan yang benar dan tegas
Program yang baik dan bermanfaat bagi rakyat
Serpihan doa dari puing nasib rakyat
meyakini masih ada waktu dan ketulusan pribadimu
untuk melakukan benar dan adil
“Demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”
Karena Kemanuaiaan yang adil dan beradab
Karena persatuan Indonesia
Atas dasarnya Ketuhanan Yang Maha Esa”
Semoga Sang Ilahi menolong Bapak Presiden yang terhormat dan patriotik
Agar sungguh dibanggakan sebagai Pemimpin Bangsa Indonesia

