“Logo itu menyederhanakan yang sulit, sementara alasan membuat yang sederhana jadi sulit.” -Rio, Scj
Saat perjalanan dari Gisting ke Tanjung Karang, melintas mobil ambulance dengan logo kesehatan yang sedikit aneh. Tongkat dengan ular 2 dan sayap dua. Mana sih yang bener?
Ternyata sejarah Yunani mencatat, bahwa mereka mempunyai dewa pengobatan namanya Asclevius. Digambarkan dia memakai tongkat yang dililit satu ular, tanpa sayap. Kenapa dipilih ular, karena ular rutin ganti kulit. Ibarat pasien yang membuang penyakitnya dan lahir kembali jadi sehat. Ini lambang asli rumah sakit.
Terus kok ada dua ular dan sayap, ini adalah Tongkat Cadokeus. Tongkatnya Dewa Hermes, dewa perdagangan. Lalu kok dipakai logo kesehatan juga. Ada kesalahan di tahun 1902, waktu itu tentara medis Amerika salah memilih logo Cadokeus untuk seragam mereka. Hanya karena bentuknya yang lebih keren dan simetris.
Melihat logo dua ular bersayap yang dipakai untuk ambulance itu membuat kita mau tertawa. Rumah sakitnya cari cuan kali. Tapi tenang organisasi kesehatan dunia seperti WHO dan ikatan dokter profesional itu tetap memakai lambang yang benar, yaitu tongkat dengan satu ular. Pesan sederhana untuk kita, kadang yang menarik, estetis, dan kelihatan manis itu belum tentu baik dan benar. Kadang ada udang di balik bakwan. Kadang yang culun dan lugu itu lebih cerdas dari yang kita bayangkan. Jangan menilai buku dari covernya.
Deo gratias.
Rm RP Rio, Scj

