1.
Ketika mereka bilang…
nasib kita hari ini bisa diatur
Kita rakyat seperti ikan dalam kolam hiasan
Bisa diperlakukan seenaknya seturut selera pemiliknya
Air kolam keruh dan kotor
dipenuhi makanan janji dan sumpah palsu
Kita hanya menunggu lara dan mati
Kita juga tak bisa lari dan membela diri
Kita di kolam ini untuk puaskan selera dan gengsi
Sang pemilik adalah penguasa sejati
Adakah yang akan membuat mukjizat dan misteri
Mungkinkah pemilik kolam dan semua penjahat dikehendaki Sang Pencipta?
2.
Ketika mereka bilang…
Penjajahan itu hanya berinkarnasi sosok wajah
karena mempunyai uang dan teknologi
Pejabat sesama bangsa hanya budak dan kacung
dari wajah misteri dan tangan penuh energi
Dan kita rakyat hanya sekelompok semut
yang terkumpul dalam sebuah kotak plastik
Ketika diam, maka kita masih bertahan nafas
Ketika dikocok aneka problema
maka pasti saling membunuh dan mati
Mereka mampu membunuh atas nama HAM dan nama Allah
Bahkan tokoh agama pun dikuasai dan diatur
Inikah kuasa untuk permainan kreasi zaman
Di manakah kuasa kebesaran Sang Ilahi?
3.
Ketika mereka bilang…
Nasib orang-orang kecil sederhana hanyalah kata bahasa dan angka belaka
Kata bagi penjara untuk puaskan selera
Angka bagi pemodal untuk hitungan algoritma
Dengan tahta kuasa politik
mereka mengatur semua rakyat jelata
Dengan kekayaan modal dan Iptek
mereka bisa lakukan segala isi alam ini
Dengan kekuatan senjata yang dikuasai
mereka mampu hilangkan semua yang dianggap penghalang
Mereka adalah Tuhan untuk semua orang
Mereka adalah Raja pemilik seluruh alam semesta
4.
Ketika mereka bilang…
Di muka bumi ini harus diakui
yang kuat dan berkuasa adalah Raja sejati
yang lemah tak berdaya hanya merana untuk mati
Sejarah menulis dengan pasti
tidak ada fakta cerita kuasa Ilahi
Zaman silih berganti oleh selera dan gengsi
Kekuatan politik, senjata, dan harta adalah energi
yang mengubah peradaban dan tentukan nasib insani
Agama dan semua cerita suci hanyalah candu dan imajinasi
hasil karya kreasi pemilik kuasa, senjata dan harta kekayaan
Ilmu dan teknologi adalah inovasi demi selera dan gengsi
Dunia ini memang panggung sandiwara
dari para penguasa yang berkolusi dengan pemilik, Iptek, senjata dan harta kekayaan

