1.
Kudengar…
Sayup mendayu denting sape
terbawa angin mengalirkan air mata lumpur
Lintasi bukit gundul dan lubang-lubang menganga
Ada nyanyian lara balada
kehabisan kata kisahkan harkat martabat
Bukan hanya berkurangnya generasi pewaris terampil memainkan sape
Tetapi perlahan sirna rumah adat budaya
karena masyarakat Dayak dirampok kekayaan alamnya
karena adat budaya pun perlahan digusur
Entah oleh deru mesin alat berat
Entah oleh kerakusan kapital pemilik modal
Entah oleh pejabat korup yang mau jadi boneka
Entah sampai kapan…?
2.
Kudengar…
Suara pekik mandau perjuangan mencari keadilan
Di depan kantor aneka perusahaan sawit, kayu dan tambang
Di halaman gedung pemerintah dan lembaga penegak hukum
Ada mandau lara di tanah pusaka warisan leluhur
Ada jeritan ketidakadilan dialami generasi pewaris Bumi Borneo -Tanah Dayak
Ada serpihan ratap duka lara nasib kepada para leluhur
Ada doa mantra ritual gugatan harkat martabat
Ada galau langkah mandau di hadapan aparat bersenjata
Kapankah keadilan sosial bagi manusia Dayak
yang adalah rakyat pewaris NKRI?
3.
Balada Sape
adalah sosok nestapa putra-putri generasi pewaris Dayak
Lara derita Mandau
adalah kisah cerita nasib kehidupan pemilik Bumi Borneo
Yang telah hadir turun temurun di pulau Kalimantan
Yang ikut aktif berjuang melahirkan NKRI
Yang memberikan sumbangan nyata kekayaan alamnya untuk bangsa dan negara
Yang resmi sebagai rakyat di negara ini
Tetapi…
Haruskah merana di tengah kelimpahan kejayaan alamnya
Mestikah dikorbankan dengan anak-anak bentuk penindasan dan ketidakadilan
Mengapa terus ditindas demi merampok tanah dan kekayaan alamnya
Inikah pembangunan kemandirian dan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia?
4.
Ada mimpi dan rindu damba
Senar dawai Sape kembali berdenting
oleh jemari generasi pewaris Dayak
diringi bunyi gong dan seruling gawai
di rumah betang dan kampung adat
Karena harmoni nasib harus terajut kembali
karena harkat martabat harus pulih dan kembali tegak berdiri dihargai
Karena putra-putri Dayak bangkit bersatu
menganyam kehidupan dan menjaga adat budaya
Ada keyakinan pasti tiba waktunya
lara nestapa mandau segera sirna
Karena para leluhur kembali menjawab ritual mantra anak cucunya
Karena doa sesaji sembah
didengarkan oleh Jubata
Sang Ilahi Pencipta Bumi dan langit
Karena penjaga tanah Dayak dan Bumi Borneo bangkit untuk sembuhkan luka dan menghapus air mata

