1.
Lewati jalan setapak di dusun
antara kampung dan kadang kebun
Jejak-jejak kesahajaan terpatri
antara tradisi dan alam asri penuh misteri
antara harapan insani dan kemurahan alam lingkungan
antara sunyi sepi dan percik cahaya mentari
Bisikan Ilahi dalam angin sepoi
serta suara burung dan margasatwa bernyanyi
Tradisi leluhur kemarin menuntun langkah kaki
Kebutuhan hari ini menoreh energi dan inspirasi
Sedangkan esok miliknya mimpi dan misteri Ilahi
2.
Menyusuri trotoar kota dan metropolitan
Hilir mudik kesibukan aneka sosok saling berpapasan namun sering tak saling menyapa
Ada juga para pedagang asongan
menangkap peluang melerai deru debu
Ada pengamen dan gelandangan
memungut remah-remah belas kasihan
Sedangkan jalanan hiruk pikuk aneka kendaraan
Pertarungan beragam sosok profesi
mengemis kata dan angka rindu damba
dalam gelora zaman modernisasi
3.
Jalan setapak di dusun dan kampung tradisi
ternyata terus diubah kemajuan zaman
Jejak telapak perlahan sirna dan asing
ditutup semen dan beton aspal
agar digilas aneka roda kendaraan
Pohon, hutan, batu dan tanah berubah makna
sekarang dilabel kata dan angka kemajuan zaman
Anak generasi terasing dari rumah dan kampungnya
Orangtua dan masyarakat adat digiring ke layar gadget
menikmati iklan dan tokoh kartun asing
Bahkan harus tergusur galau
lara merana dan mati di tanah warisan leluhurnya
karena kekayaan alamnya dikuras penguasa dan pemilik modal
Jalanan keterasingan merenggut harkat martabat
bahkan kuburan leluhur dan lokasi sakral adat budayanya
4.
Jalanan kota terus berubah wajah
ada yang hilang dan banyak yang dibangun baru
Judulnya demi kemajuan dan pembangunan
yang terus berkobar di seluruh pelosok negeri
Semuanya dikendalikan kata kepentingan dan angka keuntungan
Dan
jika ada yang bersuara kritis berbeda
maka segera dihalau dan dibungkam
Jika ada yang melawan kebijakan penguasa
maka senjata dan segala cara dilakukan
Jalanan penindasan serta ketidakadilan dibenarkan
Bahkan dengan ritual sumpah sakral dan atas nama Tuhan

