Kita hidup dalam zaman serba cepat: makanan instan, informasi sekejap, dan solusi pun harus segera. Tanpa kita sadari, pola pikir ini terbawa ke dalam kehidupan rohani. Kita ingin jawaban Tuhan datang secepat doa terucap, berharap iman bertumbuh tanpa proses yang melelahkan. Tapi Allah tidak tergesa-gesa. Seperti anak yang belajar perlahan-lahan, Dia membimbing kita, setahap demi setahap.
Santo Paulus memahami hal ini. Di Areopagus, ia tidak memaksa orang untuk percaya, tapi mulai dari mezbah ‘kepada ilah yang tidak dikenal’, lalu memperkenalkan Allah yang hidup dan Yesus yang bangkit. Ia tahu, bahwa pertobatan lahir dari perjumpaan, bukan dari paksaan. Demikian juga Yesus. Ia berkata kepada para murid-Nya, “Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.” Ia tidak memaksa mereka untuk mengerti, tapi menjanjikan Roh Kudus, Penolong yang akan memimpin mereka ke dalam seluruh kebenaran.
Kita juga diajak untuk tidak tergesa-gesa, tapi senantiasa setia membuka hati agar Roh Kudus membimbing, menerangi, dan menguatkan langkah kita dalam perjalanan iman.
“Ya, Tuhan, utuslah Roh Kudus-Mu agar kami sabar dalam bertumbuh, setia dalam mencari-Mu, dan teguh dalam mengikuti jalan-Mu. Amin.”
Ziarah Batin

