“Selalu berusaha melihat sisi lain yang baik, karena sejatinya hidup ini adalah solusi.” -Mas Redjo
…
Bagi pebisnis menerapkan strategi agar sukses itu hebat. Tapi pebisnis yang sukses memberi solusi untuk meningkatkan omset penjualan itu dahsyat!
Untuk mengantisipasi dampak kenaikan harga kemasan plastik dan bahan-bahan baku, banyak produsen yang menaikkan harga, mengecilkan atau mengurangi timbangannya.
Berbeda dengan HD yang produsen kerupuk dan roti itu. Ia menyiasati usaha yang sepi di tengah gejolak kenaikan bahan dengan cara: tidak mengecilkan produk, apalagi menaikkan harga. Tapi mengurangi margin keuntungan agar usaha tidak makin lesu, dan yang penting usahanya tetap bertahan.
Bahkan untuk usaha rotinya, HD membuat produk sejenis dengan harga lebih murah! Jika umumnya roti itu harganya Rp 2000/pcs, HD membuat roti dengan varian rasa baru seharga Rp 1000!
Keberanian HD bukan tanpa alasan, melainkan melalui perhitungan yang cermat dan matang! Jika ia menaikkan harga ke Rp 3000, roti tidak bakal laku, apalagi di saat krisis ekonomi dan krisis pembeli. Hal itu dapat dicermati dengan sedikitnya peredaran uang pecahan ribuan di pasaran, yang berarti ekonomi bawah sedang tidak baik-baik (bergerak) saja.
HD lalu menghitung ulang biaya produksi, perbal terigu itu jadi sekian roti, ongkos pekerja, harga kemasan, dan seterusnya. Ia juga tidak peduli, jika dibilang sekadar kerja bakti, bodoh, atau usahanya makin mundur.
Bagi HD menjual roti harga murah itu tidak sekadar strategi, tapi solusi untuk bertahan dari badai krisis di tengah nilai rupiah yang terpuruk. Ia menyasar ekonomi orang-orang kecil (bawah). Meski untung kecil, tapi omzet produksinya meningkat.
Semoga perekonomian kita makin membaik.
…
Mas Redjo

