“Dalam setiap momen sakit dan derita, kecemasan dan ketakutan, bahaya dan ancaman, Yesus selalu akan mendatangimu dan berkata, “Jangan takut, Aku akan selalu bersamamu!”
Kecapaian para murid itu sirna, ketakutan itu berubah jadi keberanian dan kelemahan jadi kekuatan, ketika Yesus mendatangi mereka yang sedang mendayung. Hasil akhirnya adalah perahu mereka akhirnya meluncur ke tempat tujuan.
Saat kita semua hidup dalam kepanikan dan ketakutan, karena wabah dan bencana. Semuanya itu menggentarkan jiwa dan raga kita. Pertanyaannya, adakah kita memberi ruang di hati ini untuk mendengar kata-kata penguatan Yesus, “Aku ini, jangan takut!”
Pelajaran penting bagi kita:
- 1) Dunia memberi kita seribu alasan untuk bersedih dan menderita, tapi hanya Yesuslah satu-satunya dasar untuk tetap bersukacita dan bergembira;
- 2) Jangan fokus pada sakit dan penyakit, kecemasan dan ketakutan yang menyerang, tapi berpegang eratlah pada iman akan Yesus yang adalah sumber kekuatan kita;
- 3) Inilah saatnya kita saling membantu, berbagi dan saling menguatkan antar kita.
Akhirnya jika engkau mengundang Yesus naik dan tinggal di dalam perahu rumah kita, hati dan jiwa kita, maka akan selalu ada sukacita dibalik sakit dan derita tubuh dan suka duka hidup kita.
Monsignor Inno Ngutra, Pr

