“Janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa” (Mat 10: 28a).
Dalam hidup, kita sering kali dikuasai oleh pelbagai ketakutan: takut ditolak, disalahpahami, melangkah, gagal membangun kehidupan berkeluarga, gagal menempuh pendidikan, dan banyak takut lainnya. Dalam Injil, Yesus sampai tiga kali berkata, “Jangan takut.” Pernyataan ini menunjukkan, betapa mudahnya hati manusia diliputi ketakutan.
Manusia, sekejam apa pun, paling jauh hanya dapat membunuh tubuh. Namun, Allah sanggup menganugerahkan hidup kekal kepada mereka yang setia kepada-Nya, sekalipun kesetiaan itu harus dibayar dengan pengorbanan yang paling berharga, yakni hidupnya di dunia.
Yesus juga mengatakan, bahwa rambut kepala kita pun terhitung. Hal ini menggambarkan, bahwa segala gejolak, pergumulan, dan dinamika hidup kita berada dalam kuasa serta perhatian Allah.
Lebih jauh, kita diajak untuk mengakui-Nya melalui cara hidup yang kita jalani. Cara hidup itu ialah berani membiasakan yang benar, bukan membenarkan yang biasa. Sekalipun karena hal itu kita harus kehilangan nyawa, ada jaminan hidup kekal bersama-Nya dalam keabadian
Rm. Peregrinus Lutgar, CSE
Minggu, 21 Juni 2026
Yer 20: 10-13 Mzm 69: 8-10.14.7.33-35; Rm 5: 12-15 Mat 10: 26-33
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

