“Pemenang kehidupan itu tidak didasari dari hasil capaian materi dan pengakuan dunia. Tapi yang utama adalah hidup sehat hingga usia tua.” -Mas Redjo
Hidup sehat itu karunia Allah nan dahsyat, dan lebih bernilai daripada emas permata, bahkan sekalipun kita memiliki dunia.
Semula saya juga berpikir seperti kebanyakan orang, bahwa sukses dalam hidup ini didasari kekayaan materi, jabatan, atau cita-cita yang jadi nyata. Ternyata anggapan itu tidak benar. Ketika saya memforsir diri dengan bekerja keras, lupa waktu, dan lupa makan sehingga saya jatuh sakit dan diopname.
Uang dari hasil bekerja keras itu ludes, bahkan minus. Hasil kerja saya seperti tiada guna dan sia-sia.
Bagai dipatuk ular, saya terjaga dari mimpi buruk dan sadar sesadarnya. Bahwa sakit itu tidak enak, dan menyiksa tubuh. Kesehatan itu lebih mahal dibandingkan dengan emas permata! Bahkan, meskipun biaya berobat sakit itu dibayari!
Sadar diri itu membuat orientasi saya tentang makna hidup sukses itu bergeser, dari hasil pencapaian materi ke pengelolaan hidup sehat lahir batin.
Dengan selalu mensyukuri kasih karunia Allah, saya mencukupkan diri, karena hidup saya dicukupi-Nya.
Bersyukur, kekuatan bersyukur itu adalah penawar bagi kecemasan, kekhawatiran yang mengganggu kesehatan batin, sekaligus sebagai fondasi iman untuk mengelola hidup sehat dan bahagia.
“Selalu mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu” (1 Tesalonika 5: 18).
Pemenang hidup sejati itu adalah mereka yang sukses mengelola hidup sehat dan bahagia hingga usia tua!
Mas Redjo

