Pada Senin 18 Mei 2026, Vatikan mengumumkan Ensiklik Pertama Paus Leo XIV yang akan diterbitkan pada 25 Mei 2026, dengan judul Magnifica Humanitas (Kemanusiaan yang Luar Biasa).
Paus Leo XIV akan berbicara pada presentasi peluncuran Ensiklik Sosial “Surat Kepausan bagi Gereja” itu pada pukul 11:30 waktu Roma di Aula Sinode Vatikan.
Vatikan menegaskan judul Ensiklik itu adalah ‘Magnifica Humanitas’: Tentang Perlindungan Martabat Manusia di Era Kecerdasan Buatan.
Paus Leo XIV menandatangani surat itu, dan diharapkan dapat memberikan panduan moral tentang revolusi digital dan teknologi baru seperti kecerdasan buatan, pada tanggal 15 Mei 2026.
Para pembicara dalam presentasi Ensiklik itu adalah Víctor Manuel Kardinal Fernández, ketua Dikasteri untuk Ajaran Iman; Michael Kardinal Czerny, SJ, ketua Dikasteri untuk Pengembangan Manusia secara Menyeluruh; Anna Rowlands, Guru Besar Etika dan Teologi Politik di Universitas Durham, Inggris Raya; Christopher Olah, salah satu pendiri Anthropic Amerika Serikat; dan Léocadie Lushombo, Guru Besar Etika Teologi di Sekolah Teologi Jesuit Universitas Santa Clara, Berkeley, California. Sekretaris Negara Pietro Kardinal Parolin akan menyampaikan sambutan penutup.
Tanggal 15 Mei itu bertepatan dengan peringatan ke-135 penerbitan Ensiklik Paus Leo XIII tahun 1891 tentang modal dan tenaga kerja, Rerum Novarum, “Tentang Hal-Hal Baru” — yang pertama dari serangkaian panjang Ensiklik Sosial yang dihasilkan di era modern Gereja Katolik.
Paus Leo XIV mengindikasikan pada awal masa kepausannya, bahwa ia bermaksud mengikuti jejak pendahulunya, Paus Leo XIII, dengan menanggapi revolusi industri saat ini: “Perkembangan di bidang kecerdasan buatan.”
Dalam wejangannya di hadapan Dewan Kardinal pada 10 Mei 2025, Paus baru itu mengatakan, bahwa ia memilih nama Leo XIV, karena berbagai alasan, “tetapi terutama karena Paus Leo XIII dalam Ensikliknya yang bersejarah, “Rerum Novarum,” membahas masalah sosial dalam konteks revolusi industri besar pertama.”
“Di zaman kita sekarang ini, Gereja menawarkan kepada semua orang kekayaan ajaran sosialnya sebagai tanggapan terhadap revolusi industri lainnya dan perkembangan di bidang kecerdasan buatan yang menghadirkan tantangan baru bagi pembelaan martabat manusia, keadilan, dan hak-hak buruh,” lanjut Paus Leo XIV.
Bapak Peter Suriadi, Bogor

