“Bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tapi juga untuk orang-orang yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka” (Yoh 17: 20).
Yesus tidak meninggalkan kita sendirian. Dialah yang menciptakan kita dan tetap hadir dalam kehidupan kita. Ia kembali menyadarkan kita, bahwa Ia tidak pernah melupakan kita, meskipun kita sering kali melupakan-Nya.
Dalam perjalanan hidup ini, kita mungkin mengalami kesendirian, kelemahan, keraguan, sakit penyakit, penderitaan, dan bahkan kekeringan rohani. Dalam semua keadaan itu, kita tetap berada dalam perhatian Tuhan. Yesus mengetuk hati dan pikiran kita. Karena itu, marilah kita membuka diri untuk diperbarui oleh-Nya melalui kuasa doa-Nya. Ia sungguh berdoa bagi kita yang percaya kepada-Nya.
Iman kita bukanlah iman yang kosong. Iman yang sejak semula dianugerahkan Tuhan tidaklah sia-sia. Oleh sebab itu, janganlah kita meragukan kuasa Tuhan, karena iman yang Ia berikan memampukan kita untuk tetap percaya kepada-Nya.
Segala bentuk perhatian Yesus merupakan tanda kasih-Nya kepada kita. Janganlah kita hanya berhenti pada rasa kagum, tapi hidup dengan penuh syukur dan kesungguhan untuk membalas kasih Tuhan.
Marilah kita membenahi diri agar rahmat Tuhan tidak berlalu begitu saja tanpa tanggapan dari hati kita.
Sr. M. Jovina, P. Karm
Kamis, 21 Mei 2026
Kis 22: 30; 23:6-11 Mzm 16: 1-2.5.7-11; Yoh 17: 20-26
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

