“Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu” (Mat 6: 9).
Tuhan Yesus mengajar kita berdoa ‘Bapa Kami’, yaitu doa yang tulus dan dilandasi kasih serta iman kepada Bapa. Doa ini mengajarkan kita untuk memiliki “sense of belonging” kepada Allah.
Kata ‘Bapa Kami’ mengajak kita merenung: sudahkah kita mengakui, bahwa Allah adalah Bapa kita? Sudahkah kita menyadari, bahwa kita ini adalah anak-anak Allah? Jika kita adalah anak-anak Allah, sudahkah kita hidup sebagaimana seharusnya anak-anak-Nya: mencintai dan memuliakan-Nya, menginginkan Allah meraja dalam hidup kita, taat pada kehendak-Nya, bersandar kepada-Nya, bertobat, saling mengampuni, mengasihi sesama, dan hidup dalam kekudusan?
Doa ‘Bapa Kami’ kelihatannya begitu sederhana, tapi dahsyat. Doa ini mengajarkan kita untuk mengenal Allah, menyadarkan kita akan identitas diri, sekaligus menuntun kita untuk hidup dengan benar di hadapan-Nya. Menurut St. Tertulianus dan St. Thomas Aquinas, doa ‘Bapa Kami’ adalah ringkasan seluruh Injil dan doa yang paling sempurna.
Marilah kita berdoa ‘Bapa Kami’ dengan penuh iman dan cinta kepada Allah.
Rm. Hieronimus a Sprito Sancto, CSE
Kamis 18 Jun 2026
Sir 48: 1-14 Mzm 97: 1-7 Mat 6: 7-15
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

