“Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku” (Yoh 16: 26a).
Doa menghasilkan kekuatan yang dahsyat. Kesetiaan dalam doa memberikan kekuatan dalam menjalani kehidupan di dunia yang penuh dengan tantangan, perjuangan dan godaan. Untuk itulah kita membutuhkan Roh Kudus yang memampukan kita untuk berdoa dan mengakui, bahwa Yesus itu Tuhan Allah Raja semesta alam.
Setiap orang Kristen harus terus setia di dalam doa, dan tanpa kunjung putus. Doa sejati itu harus mengalir dari hati dan bahkan harus jadi nafas hidup setiap orang beriman, tidak tergantung dari situasi atau keadaan, bahkan dari mood kita. Sering kali orang jatuh dalam ketidaksetiaan dalam berdoa, khususnya, ketika mereka merasa doanya tidak dijawab atau tidak mengalami kehadiran Allah dalam doa mereka. Orang lebih mudah berdoa, jika doa mereka dikabulkan atau ketika mereka merasakan kehadiran Allah.
Doa itu bukanlah soal minta ini dan minta itu, melainkan cara kita berkomunikasi dengan Tuhan untuk semakin erat membangun intimasi, relasi pribadi dengan-Nya. Di dalam doa kita menemukan ketenangan batin yang penuh damai. Sehingga doa jadi nafas bagi kehidupan umat Kristiani.
Sr. M. Leonne, P. Karm
Sabtu, 16 Mei 2026
Kis 18: 23-28 Mzm 47: 2-3.8-10 Yoh 16: 23-28
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

