Kategori: PUISI

Serpihan Jejak Musyafir -26
Deru Gelora Debu Polusi Metropolitan

Simply da Flores … Jangan dianggap najis dan sampahderu gelora bising metropolitankalau telingamu tak tahan mendengarkanJangan mengutuk debu kotayang beterbangan ditiup angindi antara aneka polusijika matamu tak tahan memandangMereka saksi kebenaran peradabanMereka bukti aneka kejadian Kisah cerita yang terdengarKabar berita yang tersiarFakta kejadian yang dilakukanAneka kebijakan yang diputuskanBerbagai kepentingan...

Puisi Gogyoshi Gerejawi – 122

Oleh: Y.P.B. Wiratmoko … 375Tuhan Mahamurah Tuhan Yesus Yang MahamurahAku mohon kepada-MuKaruniakanlah kepadakuSikap rendah hati dalam pelayananMewartakan Injil suci-Mu 376Tuhan Mahakuasa Tuhan itu MahakuasaMahakasih dan MahasempurnaIa hadir di dalam segala halUntuk disyukuri kehadiran-NyaBagi keselamatan kita 377Kasih Tuhan Mari kita sambut kasih TuhanDan membagikannya lewat pelayananGereja dan masyarakatDengan sikap rendah...

Serpihan Jejak Musyafir – 25
Membaca Tulisan Dalam Potretmu

Simply da Flores … Engkau tuliskan serpihan pengalamanpada aneka potret kehidupanJejak langkah perjuanganmencampur air mata dan senyumanmerajut warna-warni maknamelukis fakta dan harapanmenyanyikan syair lagu kenanganmemainkan melodi rindu dambaPada angin dan desah nafasPada aliran desir darahyang terus ada dan terjadiyang bersemi silih berganti Pada sosok wajahmuada aneka ekspresi relasiyang telah...

Puisi Gogyoshi Gerejawi – 121

Oleh: Y.P.B. Wiratmoko 372Terima Kasih Tuhan Yesus Terima kasih Tuhan YesusAku menerima talentaSebagai anugerah kasih-MuAku hendak mengembangkannyaDengan penuh semangat dan tanggung jawab 373Pelayanan Penuh Kasih Aku hendak menggunakanAnugerah talenta-MuDalam pelayanan penuh kasihLewat Gereja dan masyarakatTerima kasih Yesus Tuhan-ku 374Talenta Iman Satu talenta yang berhargaYaitu talenta imanYang mesti kuhidupiSetiap hari...

Serpihan Jejak Musyafir -24
Melukis Potret Diri

Simply da Flores … Tetes air jatuh dari pelupuk jiwakusatu persatu jadi sungai kolamdanmengalir nyanyian sanubariWarna-warni suka duka Kuambil dan kurangkaipada kanvas jejak kelanaKulukis wajahku sendiriKugores sosok rasa nuraniKupatrikan damba jiwa pribadiKuwarnai seperti pelangiDanaku rapikan dengan bingkaipada setiap dinding hari Aku kagum dan diammenatap lukisan potret diriyang ternyata belum...

Puisi Gogyoshi Gerejawi – 120

Oleh: Y.P.B. Wiratmoko … 370Tinggal Bersama Yesus Tinggallah bersama dengan YesusBeban yang berat menjadi ringanSegala salah dan dosa diampunkanDi dalam terang kasih Yesusrahmat-Nya selalu dicurahkan 370Murid Yesus Harus Sabar Bersikaplah dengan benarSebagai murid Yesus harus sabarJujur, setia, dan tetap berkorbanAjaran-Nya terus dikabarkan dan tersebarTetaplah bersemangat jangan berhati tawar 371Pujilah...

Serpihan Jejak Musyafir – 23
Mantra Kembang Putih Melati

Simply da Flores … Aroma wangi misteriberlari dari bibir melatimengembara meraih hariyang sedang mengejar hari Pada putihnya melatiAda ayat gaib rindu sanubariSeperti gema mantra semestadibacakan buih ombak samudrakepada jutaan pasir pantai Setiap hari siang tanpa lelahdengan cinta paling misteriSetiap malam tanpa letihdengan kasih paling ajaib Gelombang samudra menerawangmengejar langkah...

Puisi Gogyoshi Gerejawi – 119

Oleh: Y.P.B. Wiratmoko … 367Ikut Tuhan Yesus Menjadi murid Tuhan YesusKita harus berani menyangkal diriMemikul salib kita masing-masingBaru kita mengikuti jejak keselamatan-NyaDengan suka dan duka penuh kasih 368Jangan Putus Asa Menjadi pewarta Injil KristusKita tidak boleh putus asaWartakanlah cinta kasih-NyaKerajaan Allah disediakan bagi kitaYesus Putera Allah Penebus kita 369Tuhan...

Serpihan Jejak Musyafir – 22
Serpihan Puing Rinduku

Simply da Flores … Udara panas membakarTetes-tetes air di muara hatimembasahi bibir kering DanAku melangkah mengejar ombakdi bibir samudraPergi datang tak pernah lelah Ketika kulihat bekas jejak di pasirTernyata sudah lenyap disapu ombakPengalaman ditelan samudraKisah cerita suka dukadisimpan rahim bumi Batu karang tersenyumMelihat telapak kaki letihmenyusuri lorong kampung desa...

Puisi Gogyoshi Gerejawi – 118

Oleh: Y.P.B. Wiratmoko … 364Iman Kepada Yesus Dalam nama Tuhan kami Yesus KristusImanku tidak sia-siaIa telah bangkit dari mautMenebus kita dari dosaPujilah nama-Nya selama-lamanya 365Di Kala Bersedih Di kala aku sedang bersedihAku menyebut nama TuhanKesedihanku membuat aku dekatMenyatu dalam kesedihan TuhanDan itu bukan seberapa dari kesedihan-Nya 366Kita Harus Tahan...

Serpihan Jejak Musyafir – 21
Sajak Darah, Tulang dan Tengkorak

Simply da Flores … Kami darah yang menetes oleh telapak bengis kuasamu Kami darah yang mengalir oleh tajam jemari jabatanmu Kami darah yang kering menghilang oleh senjata dan uangmu Debu tanah telah mencatat pasti Langit melihat tak bisa ditipu Ayat-ayat derita lara kami terus berteriak menggugat padamu Atas nama...

Puisi Gogyoshi Gerejawi – 117

Oleh: Y.P.B. Wiratmoko  … 361 Berkat Tuhan Berkat Tuhan tak pilih kasih Bagi setiap insan yang percaya Mari kita datang kepada-Nya Jangan menolak kasih cinta-Nya Jalan keselamatan disediakan bagi kita 362 Hatiku Bersukacita Ya, Allah yang bertahta di dalam Surga hatiku bersukacita Karena Engkau angkat Bunda Maria Ke dalam...

Serpihan Jejak Musyafir – 20
Kelana Tak Ada Ujung

Simply da Flores … Pagi ini kubertemu lagi dan bertanya pada Sang Mentari “dari mana engkau datang, setiap hari terus berkelana pancarkan selaksa berkas cahaya menerangi alam jagat semesta Mengapa tak pernah berhenti Apakah tak pernah lelah” Sang mentari heran mendengarku dan dengan lirih menjawab “Aku seperti dua matamu...

Puisi Gogyoshi Gerejawi – 116

Oleh: Y.P.B. Wiratmoko … (358) Tuhan Memanggil Tuhan memanggilku dengan lemah lembut Aku mendengarkan dengan sukacita Biarlah jiwaku bersorak-sorai Memuji namanya Yang Kudus Sekarang dan untuk selama-lamanya 359 Tuhan Merindukan Kedatangan Kita Jangan membuat hati Tuhan bersedih Jangan membuat Tuhan tersalib kedua kalinya Karena dosa-dosa kita semua Buatlah Tuhan...

Serpihan Jejak Musyafir -29
Kisah Kopi Panas dan Fajar Pagi

Simply da Flores … Sambil mengisap rokok kretek kududuk di halaman pondok bambu Kudengarkan gurauan uap kopi dan berkas cahaya fajar pagi Sambil menyalami sang cahaya Uap kopi lontarkan kata canda “Hai, sahabat Mengapa engkau tak lelah berkelana selalu setia pancarkan cahayamu pada alam semesta dan manusia Padahal banyak...