Serpihan Jejak Musyafir – 325
Dari Pelataran Tugu Proklamasi – 1
Simply da Flores … Siang ini lengang sepi di Taman Tugu Proklamasiangin semilir melerai terik mentaridaun-daun hijau tersenyum ramahdisirami air bening sang perawat tamanDijaga disiplin para petugasGema suara pembacaan teks Proklamasi mengiangdari pelataran Tugu ProklamasiSosok kedua Proklamator tegak berdirimengapit prasasti teks ProklamasiDi sinilah Pintu Gerbang kemerdekaan NKRIDi sinilah saksi...
Serpihan Jejak Musyafir – 324
Parade Merah Putih Juli-Agustus
Simply da Flores … Sudah terjadi belasan tahun di Metropolitansekitar pertengahan Juli hingga awal AgustusSemarak ramai di jalanan kota inipara pedagang menjajakan ornamen merah putihAda bendera berbagai ukuranAda umbul-umbul beragam gayaAda kayu dan bambu untuk tiangAda bahan plastik, kain dan kertasSemua dijual dan harapan jadi rezekiperjuangan pewaris negeri di...
Serpihan Jejak Musyafir – 323
Memoar Tujuh Pertemuan – 4
Meraih Makna Harkat Martabat Bangsa – 3
Simply da Flores … Saat hendak berangkat dari Tugu ProklamasiSrikandi Penjelajah sempat berucap lirih“Dahulu aku membaca di buku saat sekolahLalu sempat melihat di publikasi medsosNamun belum pernah berkunjung ke semua tempat tersebutHari ini baru bisa berkunjung dan akan menjejakkan telapak rinduku meraih maknanya” 5.Monumen Nasional – MONAS Dari gerbang...
Serpihan Jejak Musyafir – 322
Memoar Tujuh Pertemuan -4
Meraih Makna Harkat Martabat Bangsa -2
Simply da Flores … Mentari pagi biaskan cahayabangunkan insan dari pelukan malamSatu hari baru lagi terjadimelukis kisah menulis cerita realitaAntara fakta dan misteribagi dinamika ziarah manusiaAngin semilir membawa Srikandi Penjelajahdari laut selatan ke Tugu ProklamasiAku sudah menantinya di bangku pelataranPagi yang cerah disambut nyanyian burung dan tarian dedaunan hijau...
Serpihan Jejak Musyafir – 321
Memoar Tujuh Pertemuan -4
Meraih Makna Harkat Martabat Bangsa-1
Mentari pagi biaskan cahayabangunkan insan dari pelukan malamSatu hari baru lagi terjadimelukis kisah menulis cerita realitaAntara fakta dan misteribagi dinamika ziarah manusiaAngin semilir membawa Srikandi Penjelajahdari laut selatan ke Tugu ProklamasiAku sudah menantinya di bangku pelataranPagi yang cerah disambut nyanyian burung dan tarian dedaunan hijau Setelah meneguk kopi dan...
Serpihan Jejak Musyafir – 320
Menanti Kereta Rindu dari Yogya
Simply da Flores … Sudah seringkali dia menumpang keretaantara Yogyakarta dan Jakartaantara harapan dan kepastianantara perjuangan dan kebutuhanantara mimpi dan fakta realitaantara suka duka dan rindu dambaYogyakarta dapur jiwa raga dimasakuntuk merenda harapan masa depanJakarta kanvas melukis kehidupanuntuk terus ada dan menjadiuntuk menoreh warna-warni makna Sudah ribuan rindu ditabur...
Serpihan Jejak Musyafir – 319
Para Bocah, Pasir Pantai dan Samudra
Simply da Flores … 1.Bermain Kepolosan Sang Nenek dan orangtua para bocahdatang berekreasi ke pantaiAngin samudra sepoi menari membelaipara bocah telanjang badan sukacitaBadannya dilumuri pasir lautananeka angan dilukis di hamparan pasirMereka berkejaran memeluk ombaksamudra dianggap bentangan kasurTak peduli gelombang datang menghempasKreasi bocah dalam energi kepolosanTetapiSang Nenek dan orangtua menghadang...
Serpihan Jejak Musyafir – 318
Merekam Amanah Ibu Pertiwi
Simply da Flores … Wahai manusia sekalianYang menjadi pejabat pemerintahandengan kuasa dan senjataYang menjadi pemodal dan pengusahadengan kekayaan uang dan iptek dengan sistem dan kepintaranmuKalian bekerjasama menguasai sumber daya alamlalu membabat hutan mengoyak perut bumiKalian mengatur rakyat bangsa ini dengan sumpah palsu janji bohongdemi kelanggengan kursi kekuasaandemi keuntungan modal...
Serpihan Jejak Musyafir – 317
Memoar Tujuh Pertemuan -3
Memaknai Arti Kelana Hidup
Kami bertemu di kebun raya BogorSrikandi Penjelajah itu turun dari arah puncak setelah menjelajah lintas pegunungan di tatar SundaAku datang dari deru metropolitanbelajar merasakan derap perjuangan hidup modernSejuknya Kebun Raya dengan aneka kisahdari zaman Kerajaan hingga Kompenidari zaman awal merdeka NKRI hingga zaman milenialterpatri di sungai yang mengalir jernihtercatat...
Serpihan Jejak Musyafir – 316
Berguru pada Hutan Bambu
Simply da Flores … Berjalan menjelajahi warna-warni nasibhari ini sampai di hutan bambuAda angin memetik melodi di dedaunanAda burung bernyanyi di tangga pepohonanAda satwa berlarian di dada semakAda riuh gemericik air sungai mengalirHamparan batu diam tenang menyimakAku rebahkan lelah di antara bebatuanBeberapa sahabat bersandar di pelukan akar berjejerYang lain...
Serpihan Jejak Musyafir – 315
Ketika Paus Mempesona Seniman -3
Simply da Flores … Sang hamba para hamba itu‘Servus Servorum Dei’yang meneruskan tugas kegembalaan PetrusDihormati para pemimpin duniaDidoakan umat Katolik seduniaKarena Paus itu pemimpin umat KatolikKarena Paus itu Kepala Negara VatikanBahkanSering disebut “Bapa Suci”karena kesahajaan iman dan doanyakarena setiap hari didoakan umatnya Dari publikasi sosial mediaternyata ada juga karya...
Serpihan Jejak Musyafir – 314
Ketika Paus Mempesona Seniman -2
Simply da Flores … Sang hamba para hamba itu‘Servus Servorum Dei“yang meneruskan tugas kegembalaan PetrusDihormati para pemimpin duniaDidoakan umat Katolik seduniaKarena Paus itu pemimpin umat KatolikKarena Paus itu Kepala Negara VatikanBahkanSering disebut “Bapa Suci”karena kesahajaan iman dan doanyakarena setiap hari didoakan umatnyaTermasuk para Pastorsaat mempersembahkan Ekaristi setiap hari Beberapa...
Serpihan Jejak Musyafir – 313
Ketika Paus Mempesona Seniman -1
Simply da Flores … Sang hamba para hamba itu“Servus Servorum Dei“yang meneruskan tugas kegembiraan PetrusDihormati para pemimpin duniaDidoakan umat Katolik seduniaKarena Paus itu pemimpin umat KatolikKarena Paus itu Kepala Negara VatikanBahkanSering disebut “Bapa Suci”karena kesahajaan iman dan doanyakarena setiap hari didoakan umatnya Dia dipercaya umat Katolik seduniameneruskan kepemimpinan Yesus...
Serpihan Jejak Musyafir – 312
Aneka Kisah Minggu Pagi di Metropolitan
Simply da Flores … 1.Menyusuri Subuh Sambut Pagi Baru pertama kali kusaksikan langsungLewati gang dan jalanan kecilmenyusuri subuh menyambut pagiIngin melihat kesibukan warga kotaMau menyaksikan aktivitas penghuni metropolitanPada hari Minggu pagidi jalanan utama Thamrin ke SudirmanJuga di pelataran Monumen Nasional Ternyata ada aturan bebas kendaraankarena jalanan digunakan untuk olahraga...
Serpihan Jejak Musyafir – 311
Memoar Tujuh Pertemuan _2
Anak Putri Semata Wayang Belalang terbang merana di padang gersangTerik perlahan tinggalkan bukit dan lembahHari terasa semakin lengang dan sepiSenja kembali lewat menuju pelukan samudraDankembali aku jumpai Srikandi Penjelajahdi bawah rindang sejuknya beringinDia datang membawa beberapa buah segardengan kembang kuning bunga mentari cilikAku menjamunya dengan kelapa mudaSepoi angin menghalau...