“Mukjizat itu jadi nyata, ketika kita berserah pasrah untuk diubah-Nya.” –Mas Redjo
Sekadar peduli itu tidak cukup, tapi kita diajak untuk cepat tanggap guna mewujudkan kasih Allah agar mukjizat-Nya jadi nyata.
“Jika Engkau mau, ya, Allah, semua itu tidak ada yang mustahil” adalah doa totalitas penyerahan diri saya kepada kehendak Allah.
Penyerahan diri yang tidak sekadar berdoa, tapi ditindaklanjuti dengan memberikan kemampuan terbaik untuk mewujudkan harapan itu jadi nyata.
Homili Romo dalam Sakramen Suci pernikahan saya itu menginspirasi, yakni tentang Pernikahan di Kana, ketika siempunya rumah kehabisan anggur.
Bunda Maria meminta pada para pelayan itu untuk menuruti yang diperintahkan Yesus, yakni mengisi tempayan itu dengan air, dan diubah jadi anggur berkualitas terbaik.
Begitu dalam hidup pernikahan ini. “Yesus adalah pokok anggur yang benar” (Yoh 15: 1-8). Kita ranting-ranting-Nya. Bersatu dengan-Nya, kita menghasilkan buah anggur yang terbaik dalam hidup berumah tangga.
Selalu peduli dan cepat tanggap untuk menghadirkan kasih Allah dalam hidup keseharian agar mukjizatnya jadi nyata.
Terpujilah Allah!
Mas Redjo

